Gerak Cepat, Usai Jumenengan PB XIV Purboyo Bentuk Bebadan Baru
Setelah menaikkan gelar para pendukungnya, dia memperbarui bebadan atau kelembagaan yang akan membantunya dalam memimpin Keraton Surakarta.
Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono (PB) XIV Purboyo bergerak cepat untuk memperkuat posisinya.
Setelah menaikkan gelar para pendukungnya, anak bungsu mendiang PB XIII kini memperbarui bebadan atau kelembagaan yang akan membantunya dalam memimpin Keraton Surakarta.
Informasi yang dihimpun, struktur baru Bebadan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hari ini, Rabu (19/11) atau 4 hari setelah prosesi jumenengan ditetapkan.
Penataan Bebadan Dilakukan Sebagai Langkah Strategis PB XIV
Juru bicara PB XIV, KPA Singonagoro mengatakan, penataan bebadan dilakukan sebagai langkah strategis PB XIV untuk memulihkan muruah, memperkuat tata kelola, dan menegaskan kembali posisi Keraton Surakarta sebagai pusat peradaban Jawa yang adaptif dan berorientasi masa depan.
"Struktur bebadan baru ini kita susun melalui proses yang matang. Ini menggabungkan unsur tradisional, akademik, profesional, serta keahlian lintas disiplin," katanya.
Penempatan para sesepuh dan tokoh adat dalam jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama Raja menunjukkan penghormatan mendalam Purboyo kepada kebijaksanaan para leluhur yang menjadi ruh dalam setiap kebijakan Karaton.
Penguatan di Bidang Hukum
Lanjut dia, sorotan utama dalam struktur baru ini adalah penguatan di bidang hukum melalui pembentukan Lembaga Hukum Raja. Ada 2 figur yakni KP Teguh Satya Bhakti, yang merupakan mantan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Jakarta dan KP Sionit T Martin Gea, seorang advokat di Lembaga Hukum Raja.
“Dua ahli hukum ini akan menjadi penopang kuat legitimasi, ketertiban regulasi adat, dan perlindungan hukum Keraton di era PB XIV,” ujar dia.
Selain bidang hukum dan Paranpara Nata, Purboyo juga mengangkat Staf Khusus Raja yang diisi kalangan profesor, pakar, dan ahli multidisiplin.
Menurutnya, penunjukan tersebut mencerminkan modernisasi tata kelola Keraton Surakarta agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Untuk posisi harian Sinuhun menunjuk KPAA Sugeng Nugroho Dwijonagoro sebagai Sekretaris Pribadi Raja serta saya (KPA Singonagoro) sebagai juru bicara resmi," jelas dia.
Struktur Bebadan juga Dilengkapi dengan Pengisian Posisi Pangarsa
Sementara GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani ditunjuk sebagai Pangageng Sasana Wilapa, KGPHAP Dipokusumo sebagai Pangageng Parentah Keraton, GKR Alit sebagai Pengageng Keputren, KGPHAP Benowo sebagai Pangageng Kasentanan, GKR Devi Lelyana Dewi sebagai Pangageng Kebudayaan dan Pariwisata serta KRAy Febri Dipokusumo sebagai Pangageng Kahartaan.
Lanjut dia, struktur bebadan ini juga dilengkapi dengan pengisian posisi Pangarsa yang turut memperkuat jalannya administrasi budaya. Posisi tersebut antara lain diisi oleh KPH Kusumo Hadiwinoto sebagai Pangarsa Yogisworo, GKR Dewi Ratih Widyasari sebagai Pangarsa Pasiten.
Lalu BRM Yudistira Rachmat Saputra sebagai Pangarsa Mandra Budhaya, serta KRA Citro Adiningrat yang memimpin Sasanaprabu, Katipraja, dan Kartipura.
"Penguatan struktur dengan kehadiran para ahli hukum, tokoh budaya, dan bangsawan yang kompeten adalah bukti kesungguhan PB XIV untuk menghadirkan Keraton yang lebih tertata, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya," pungkasnya.