Alasan PB XIV Purboyo Absen Diundang Menteri Kebudayaan: Masa kuliah saya tinggal
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah memfasilitasi ruang dialog bagi dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta pada Sabtu (13/12) kemarin.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) telah memfasilitasi ruang dialog bagi dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta pada Sabtu (13/12) kemarin. Namun dialog untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak terkait tersebut tak dihadiri pihak Paku Buwono (PB) XIV Purboyo.
Dalam pertemuan yang dipandu langsung Menbud Fadli Zon hanya dihadiri kubu PB XIV Mangkubumi dan Maha Menteri Kangjeng Gusti Psnembahan Agung (KGPA) Tedjowulan.
Purboyo Ngaku Lagi Fokus Kuliah
Kepada merdeka.com seusai Salat Jumat di Masjid Agung Keraton Surakarta kemarin, PB XIV Purboyo mengaku belum mengetahui terkait acara dari Kementerian Kebudayaan. Purboyo Purboyo berdalih saat ini sedang fokus untuk menyelesaikan kuliah S2 di Universitas Gajah Mada.
"Aku enggak tahu ada acara apa, yang pasti saya kuliah, masa kuliah saya tinggal lagi. Saya mau bimbingan tesis. Saya kan di Jogja jadi enggak tahu ya," katanya.
"Kalau ditinggal terus bagaimana ngomong sama pak dosennya. Kemarin waktu bapak surud (meninggal) sudah hampir sebulan saya enggak kuliah. Kalau nanti enggak kuliah lagi, enggak ngerti yang disampaikan pak dosen bagaimana," tukasnya.
Persoalkan Penyebutan Nama Penerima Undangan
Terpisah, juru bicara PB XIV Purboyo, KPA Singonagoro menyampaikan, pihaknya telah menerima undangan tersebut. Namun pihaknya mempersoalkan penyebutan nama penerima undangan yang dinilai salah.
"Kalau diundang, mungkin ada surat masuk, cuma kepadanya mungkin nanti juga harus dibenahi. Kalau surat kepadanya tidak sesuai, nanti kan salah alamat. Kami tidak dalam kapasitas menghadiri atau tidak," ucap Singonagoro saat ditemui, Sabtu (13/12).
Menurut dia, di undangan itu ditujukan kepada KGPH Purboyo. Padahal saat ini Purboyo sudah berjuluk Sri Susuhunan PB XIV.
"Itu domainnya bukan ke Sinuhun kalau namanya salah," ungkapnya.
Tujuan Undangan Mengambang
Singonagoro menilai tujuan dari undangan tersebut masih mengambang. Meski tertera dalam konteks pelestarian budaya, tidak disebutkan secara spesifik yang akan dibahas terkait apa.
"Kalau di situ hanya untuk pelestarian Keraton. Jadi tidak disebut detail untuk apa, Keraton mana. Keraton di Indonesia kan banyak," katanya.
Singonagoro juga mempertanyakan kenapa Kemenbud tidak pernah mengajak bicara pihak PB XIV Purboyo. Menurutnya selama ini hanya pihak PB XIV Mangkubumi yang diajak berdiskusi.
"Selama ini teman-teman dari Kementerian Kebudayaan sudah banyak ngobrol dengan pihak sana (PB XIV Mangkubumi). Monggo lah, kapan-kapan ngopi bareng dengan pihak yang di sini. Karena kalau ingin memfasilitasi, harus duduk dulu. Kalau sudah mendengarkan dari sana, juga harus mendengarkan dari sini. Kalau posisinya saat ini, kita tidak pernah diajak ngobrol," pungkas dia.