Tak Datang ke Jumenengan Purboyo, ini Alasan Wali Kota Solo
Pemerintah Kota Solo saat ini tengah fokus mendorong untuk menjadi center of knowledge.
Wali Kota Solo Respati Ardi buka suara soal ketidakkehadirannya di acara Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono (PB) XIV), Sabtu (15/11). Kepada awak media, Respati mengatakan di saat bersamaan dirinya sedang menerima tamu pendirian universitas.
"Kami kebetulan ada tamu pendirian universitas. Kita lagi fokus center of knowledge di Upitra. Jadi ada pengusaha nasional di Jakarta buat universitas bagus di Karangasem," ujar Respati, Senin (17/11).
Lanjut dia, Pemerintah Kota Solo saat ini tengah fokus mendorong untuk menjadi center of knowledge.
"Banyak perkembangan universitas swasta yang maju di Solo. Salah satunya Assalam, UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), PKU nah ini kita dorong," katanya.
Ogah Beri Tanggapan Sosok Raja Surakarta yang Baru
Disinggung soal adanya kabar Pemkot Solo sengaja mencoret perizinan kegiatan jumenengan dan digantikan menjadi kirab budaya, Respati membantah.
"Enggak ada, semua sama intinya berjalan. Kegiatan jenisnya kan seperti itu sama kok. Jadi enggak ada yang dibedakan," tukasnya.
Respati pun enggan memberikan tanggapan soal sosok raja Surakarta yang baru. Ia mempersilakan siapapun untuk memberikan penilaian masing-masing.
"Ya monggo, tentunya siapapun ada dampak ke masyarakat. Jelas biarkan masyarakat menilai sosok pemimpin baru ini. Bisa berdampak betul ke masyarakat dan terkait pelestarian budaya. Monggo kita serahkan ke Keraton," pungkasnya.