Wali Kota Solo Usul Begini ke BGN Usai Marak Siswa Keracunan MBG
Wali Kota Solo, Respati Ardi merasa prihatin terkait maraknya siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) keracunan usai menyantap sajian itu.
Wali Kota Solo, Respati Ardi merasa prihatin terkait maraknya siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) keracunan usai menyantap sajian itu.
Ia mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar orang tua murid penerima manfaat MBG ikut mengawasi pelaksanaan di lapangan.
Di antaranya dengan ikut meninjau ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Harapan saya jika nanti BGN setuju, kami ingin ada tour orang tua penerima manfaat. Penerima MBG bisa tour ke dapur-dapur, bisa ikut mengawasi bersama partisipan ya," ujar Respati saat ditemui di kantornya, Kamis, (25/9).
Lanjut dia, usulan agar orang tua siswa ikut tour tersebut dimaksudkan agar mereka tidak merasa khawatir di tengah ramainya kasus keracunan MBG di berbagai daerah.
"Ini usulan-usulan, kalau kami yang punya kewenangan kan di Dispangtan dan Dinkes. Kami usul ingin mengajak orang tua supaya yakin. Oh, ini loh dapurnya untuk masak anak-anaknya. Pasti anak-anaknya kan punya kekhawatiran juga," ungkapnya.
Selain itu untuk melakukan pemantauan dan pengawasan MBG, lanjut Respati, Pemerintah Kota Solo telah mencanangkan program Zero Accident MBG dengan Satgas SPPG Solo.
"Saya dapat SK dari Mendagri terkait Satgas SPPG. Jadi saya inisiatif sendiri keliling dengan Dispangtan dan Dinas Kesehatan untuk memantau. Karena itu masuk ke perutnya warga, jadi saya harus ikut turun tangan," tandasnya.
Sementara itu berdasarkan data dari data Bagian Kesra Setda Surakarta, sudah ada 13 SPPG yang beroperasi. Kemudian ada 11 SPPG yang sudah mendapatkan ijin, namun belum beroperasi.