Dampak Keracunan MBG, Dinkes Demak Periksa Sampel Makanan dari SPPG Diuji
Puluhan orang menjalani rawat inap tersebar di lima rumah sakit dan satu puskesmas dengan berbagai gejala.
Dinas Kesehatan Kabupaten Demak mencatat ada 61 orang masih menjalani rawat inap di rumah sakit lantaran diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung. Mereka yang menjalani rawat inap tersebar di lima rumah sakit dan satu puskesmas dengan berbagai gejala.
"Kemarin yang dirawat ada 68, kemudian pulang satu, jadi 67. Sekarang pulang enam, berarti masih 61 yang dirawat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun, Rabu (22/4).
Dia menyebut selain santri, ada pula balita dan ibu menyusui yang turut dirawat. Para santri yang diduga keracunan berasal dari beberapa pondok pesantren. Sedangkan untuk para pasien yang menjalani rawat inap masih mengalami beberapa gejala,
"Gejalanya seperti mual, muntah, dan diare. Mereka bakal dirawat hingga kondisinya membaik," ujar dia.
Sampel Makanan Diuji
Mereka yang diduga keracunan telah mengonsumsi MBG pada Sabtu 18 April 2026. Untuk menunya terdiri dari nasi goreng, telur, acar, dan jeruk.
"Untuk jumlah warga yang diduga keracunan berjumlah 134 orang. Sebagian besar santri," kata dia.
SPPG Khidmatul Ummah Madani, selaku pemasok, menyuplai MBG untuk sejumlah pesantren di Kebonagung sudah dilakukan inspeksi pada (19/4). Dalam penyajian MBG, SPPG memang diharuskan menyimpan atau menyisakan satu porsi makanan sebagai sampel
"Sampel makanan dan sampel air sudah diambil untuk diuji. Petugas juga mengambil sampel dari muntahan dari anak-anak," kata Ali.
Sebelumnya ratusan santri dari tiga pondok pesantren di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (19/4).