Siswa, Guru Hingga Orang Tua di Tulang Bawang Keracunan Usai Santap MBG, 33 Orang Dilarikan ke RS

Menu yang dibagikan saat itu berupa roti, telur asin, dan buah.

Yosephin Suci Wulandari
Siswa, Guru Hingga Orang Tua di Tulang Bawang Keracunan Usai Santap MBG, 33 Orang Dilarikan ke RS
Siswa, Guru Hingga Orang Tua di Tulang Bawang Keracunan Usai Santap MBG, 33 Orang Dilarikan ke RS (Merdeka.com)

Puluhan anak, guru, dan wali murid di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh SPPG setempat. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/2) dan diduga akibat keracunan makanan.

Menu yang dibagikan saat itu berupa roti, telur asin, dan buah.

Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebutkan, total 33 orang harus mendapatkan penanganan medis di Menggala Medical Centre dan RSUD Menggala.

"Benar, Dilaporkan tadi malam itu baru 8 ya ternyata setelah pagi ada sekitar 30an an tapi sudah ditangani semua," katanya Rabu (25/2).

Sebelumnya, para korban mengalami gejala mual, muntah, hingga buang air besar setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pihak sekolah.

Kondisi Korban Berangsur Membaik

Siswa, Guru Hingga Orang Tua di Tulang Bawang Keracunan Usai Santap MBG
Siswa, Guru Hingga Orang Tua di Tulang Bawang Keracunan Usai Santap MBG merdeka.com

Saipul memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan dan kondisi mereka kini membaik. Tidak ada korban dengan kondisi yang lebih serius.

"Alhamdulillah sudah kondisi membaik tidak ada yang lebih parah lagi tapi memang diawal mereka yang mual-mual harus di rujuk," jelas Saipul.

SPPG Ditutup Sementara

Terkait penyebab pasti keracunan, Saipul mengaku belum menerima laporan detail mengenai jenis makanan yang menjadi pemicu. Namun, sebagai langkah antisipasi, SPPG yang menyediakan menu tersebut telah ditutup sementara.

"Saya belum mendapatkan laporan dari jenis makanan apa tapi yang jelas menu yang dibagikan, untuk SPPGnya sudah ditutup sementara untuk biasanya sampai dilakukan evaluasi di monitoring dicek lagi kesiapannya dan ketentuan SOP," tandasnya.

Penutupan sementara dilakukan guna evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar (SOP), kesiapan distribusi, serta kualitas makanan sebelum program kembali dijalankan.

Rekomendasi