105 Siswa di Karanganyar Keracunan MBG, 10 Anak Rawat Inap
Sebanyak 105 siswa di Kabupaten Karanganyar mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (9/10).
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu kasus keracunan massal. Sebanyak 105 siswa di Kabupaten Karanganyar mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (9/10).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 siswa menjalani rawat inap di RSUD Karanganyar. Ketua Satgas MBG Karanganyar, Adhe Eliana, menyebut kondisi sebagian siswa mulai membaik.
“Yang rawat inap ada 10 siswa. Sekarang tinggal 9, dan Insya Allah sisanya kemungkinan juga akan diizinkan pulang besok,” ujar Eliana, Jumat (10/10).
Wakil Bupati Karanganyar itu juga menegaskan pemerintah daerah serius mengawal program MBG agar berjalan sesuai standar kesehatan.
Ia meminta semua dapur relawan segera memenuhi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
“SOP-nya akan segera kami penuhi, SLHS kami penuhi. Kita harus rapatkan barisan semua relawan-relawan dapur itu. Saya akan datang ke relawan-relawan dapur itu,” tegasnya.
Pemeriksaan Laboratorium
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar Dwi Rushariati menyatakan pihaknya sudah melakukan langkah sesuai standar Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Sampel MBG, nasi goreng, ayam, tahu, dan semangka sudah kita kirim untuk diperiksa di laboratorium,” jelasnya.
Sesuai prosedur, dalam waktu 24 jam setelah kejadian, Dinkes harus segera mengambil sampel makanan dan menguji di laboratorium. Hasil uji tersebut akan menentukan bakteri penyebab keracunan.
Kronologi
Kasus keracunan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kasus serupa juga menimpa belasan siswa SMP di Wedi, Klaten. Kali ini, korban berasal dari SDN 3 Nglebak (22 siswa) dan SMPN 1 Tawangmangu (41 siswa).
Mereka mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi nasi goreng, ayam suwir, dan tahu krispi. Beberapa guru mengaku sempat curiga dengan tekstur nasi yang terasa lengket.
Para siswa sempat ditangani di Puskesmas Tawangmangu. Menurut dokter Sulistyo, kondisi sebagian besar siswa berangsur membaik.
“Mereka datang hampir bersamaan dengan gejala ringan hingga sedang. Setelah diberi obat dan observasi, sebagian besar sudah membaik,” ucap Sulistyo.
Namun, ada lima siswa yang dirujuk ke RSUD Karanganyar karena mengalami dehidrasi cukup parah.
“Jadi semua mengalami mual, muntah, dan pusing. Baik yang SD maupun SMP keluhannya sama,” tambahnya.