Kasus keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Lebih dari seratus siswa SMPN 1 Cisarua tumbang setelah diduga mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (14/10). Para siswa mengalami gejala pusing, mual, sakit perut, hingga sesak napas.
Sejumlah ruang kelas di sekolah itu pun digunakan sebagai posko medis. Hingga malam hari ambulans dan petugas medis mondar-mandir, beberapa orang tua terlihat cemas atas kondisi anak mereka.
Di tengah situasi itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail datang meninjau langsung posko penanganan.
“Ya tentunya kita masih melakukan evaluasinya mengenai MBG ini. Pada dasarnya memang ini sudah saya sampaikan berkali-kali, programnya sangat baik sekali. Cuma kalau tidak dievaluasi dengan tepat ya pasti akan terjadi seperti ini,” ujar Jeje, dikutip Rabu (15/10).
Jeje mengaku prihatin. Terlebih karena fenomena serupa sebelumnya juga terjadi di daerah Cipongkor dengan sedikitnya korban 1315 orang.
“Pertama di Cipongkor yang seribu sekian, sekarang 161 di Cisarua. Tapi alhamdulillah sudah banyak juga yang sudah pulang. Saya berharap semoga malam ini bisa banyak yang sudah pulih,” katanya.
Lebih lanjut, Jeje menegaskan belum ada alasan buat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kali ini. Menurutnya, proses pemulihan siswa kali ini berjalan lebih cepat dibanding kejadian sebelumnya.
“Belum. Saat ini saya belum memutuskan untuk memiliki status KLB. Karena memang pemulihan ini lebih cepat dari yang di Cipongkor. Yang pasti fokus kami dari Pemda ya penanganan pasien itu yang paling utama buat kami,” ujarnya.
Jeje juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MBG di lapangan. Ia menekankan, koordinasi lintas pihak, terutama antara pemerintah daerah dan Badan Pangan Nasional (BGN). Dengan begitu, diharapkan kejadian serupa tak terulang.
“Kan dari BGN ini sudah menyuruh untuk membuat satgas dari Pemda dari masing-masing provinsi, kabupaten dan lain-lainnya. Jadi ini mungkin akan kedepannya supaya bisa berjalan lah evaluasinya, satgasnya juga. Harus lebih ketat lah intinya seperti itu. Jangan sampai program yang baik ini bisa memberikan efek buruk,” jelasnya.
Adapun soal dapur penyedia makanan MBG yang memasok ke SMPN 1 Cisarua, Jeje mengaku belum meninjau langsung. Namun ia berencana bakal segera mengecek dapur tersebut.
“Ini saya belum ngecek langsung ke lokasi. Saya pengen juga kesana supaya lebih tahu dapurnya seperti apa,” katanya.
Advertisement