Kasus Keracunan Menu MBG Meluas, Puluhan Siswa di Karanganyar Jadi Korban
Mereka merasakan mual, pusing; lemas dan pusing setelah menyantap menu MBG yang dibagikan berupa nasi goreng, ayam suwir, dan tahu krispi.
Kasus dugaan keracunan akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Setelah sebelumnya menimpa belasan siswa SMP di Wedi, Klaten, kini gejala serupa dialami oleh 22 siswa SDN 3 Nglebak dan 41 siswa SMP Negeri 1 Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis (9/10).
Mereka merasakan mual, pusing; lemas dan pusing setelah menyantap menu MBG yang dibagikan berupa nasi goreng, ayam suwir, dan tahu krispi. Sebelum kejadian, sejumlah guru di SDN 3 Nglebak mengaku sudah curiga dengan nasi yang teksturnya tidak seperti biasa, yaitu agak lengket.
Para siswa mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tawangmangu.
Petugas medis, dr. Sulistyo, menjelaskan bahwa para siswa mulai berdatangan sekitar pukul 10.30 WIB.
"Mereka datang hampir bersamaan dengan gejala ringan hingga sedang. Setelah diberi obat dan observasi, sebagian besar sudah membaik,” ungkapnya.
Dikatakan Sulistyo, untuk siswa SD saat ini kondisinya sudah membaik. Beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan untuk siswa SMP masih dirawat di puskesmas dan klinik setempat.
"Untuk yang SD kondisinya membaik, sebagian kita pulangkan. Ada lagi 6 yang kita kerja sama dengan klinik sekitar untuk nampung dulu. Ini ada sebagian sudah kita tangani, sebagian membaik, pulang," katanya.
Menurutnya ada 5 siswa yang dirujuk ke RSUD Karanganyar lantaran mengalami dehidrasi cukup parah. Para siswa itu mengeluhkan perut mual, muntah, lemas, dan pusing.
"Jadi semua mengalami mual, muntah, dan pusing. Baik yang SD maupun SMP keluhan sama," katanya.