Insiden dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) menimpa puluhan pelajar di Kabupaten Lampung Timur, Jumat pagi (26/9). Peristiwa ini terjadi usai para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG di sejumlah sekolah.
Tercatat, sebanyak 34 siswa dari lima sekolah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing. Mereka berasal dari SDN 1 Lehan, SDN 2 Lehan, SDN 3 Sukadana, SD Catur Swako, serta SMP PGRI 1 Bumi Agung.
Sebagian besar korban langsung mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 16 siswa dirujuk ke puskesmas terdekat, sementara 18 lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sukadana untuk perawatan lebih lanjut.
Diduga, makanan yang menyebabkan keracunan tersebut berasal dari dapur penyedia MBG yang berlokasi di Desa Bumi Tinggi, Kecamatan Bumi Agung.
Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan situasi di dalam ruang perawatan, di mana beberapa siswa tengah ditangani oleh tim medis.
"Keracunan makanan bergizi, siswa SD Lehan. Ini keracunan makanan gizi dari Pak Prabowo," ucap prid dalam rekaman itu.
Menanggapi insiden tersebut, pihak kepolisian langsung turun tangan. KBO Satreskrim Polres Lampung Timur, Ipda I Ketut Darmayasa, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.
"Benar kemarin terjadi keracunan MBG terhadap siswa SD dan SMP yang ada di Kecamatan Bumi Agung," ujar Darmayasa pada Sabtu (27/9).
Menurutnya, para siswa mulai mengeluhkan rasa pusing dan mual tak lama setelah mengonsumsi makanan. Saat ini, tim kepolisian tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan serta muntahan siswa.
"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menguji dari sampel makanan maupun muntahan anak-anak tersebut," katanya.
Advertisement