Guru SD di Cisarua Tumbang Usai Cicipi MBG: Keluhkan Mual, Pusing, hingga Dada Panas
Salah satu guru, Nabila Febrianti (26), mengaku mulai merasakan gejala setelah mencicipi paket makanan MBG yang dibagikan.
Dugaan kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah sejumlah guru dan siswa dari SDN Garuda, Bandung Barat mengalami gejala seperti mual, pusing, dan perut melilit.
Hingga Rabu pagi (15/10), sejumlah pasien masih berdatangan ke Posko Kesehatan SMPN 1 Cisarua untuk mendapatkan perawatan.
Salah satu guru, Nabila Febrianti (26), mengaku mulai merasakan gejala setelah mencicipi paket makanan MBG yang dibagikan pada Selasa (14/10).
“Iya, nyicip. Saya makan satu paket. Pas makan enggak ada bau atau apa. Cuma pas pulang dari sekolah ada melilit, tapi awalnya enggak ditanggapi. Pas malam rasanya makin menjadi. Terus pas pagi dada panas, melilit, pusing, lemas juga, akhirnya diajak ke sini,” kata Nabila.
Menurutnya, beberapa guru lain juga mengalami hal serupa setelah mencicipi menu yang sama. Salah satunya adalah Rike Amelia (21), rekan sejawatnya di SDN Garuda.
Rike mengaku sempat mengalami gejala mual, pusing, dan panas pada bagian perut setelah menyantap menu MBG.
“Tapi semalam dikasih obat sama ayah, Alhamdulillah udah mendingan. Walaupun sekarang masih agak lemas,” ujarnya saat ditemui di Posko SMPN 1 Cisarua.
Rike menjelaskan, menu MBG yang disajikan kepada guru dan siswa berisi nasi, ayam kecap, sayuran, dan buah melon. Ia sempat mencium bau tak sedap pada ayam yang disajikan.
“Kan guru SD itu harus mencicipi dulu ya. Saya nyobain, dan ternyata memang bau,” ungkapnya.
Menurutnya, beberapa siswa mulai merasakan gejala tidak enak badan sejak sore hari dan sebagian langsung dibawa ke Posko untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Kemarin juga ada sekitar tiga orang dibawa ke SMP 1,” tambahnya.
Petugas kesehatan yang berjaga di Posko SMPN 1 Cisarua terus menerima kedatangan warga dengan keluhan serupa sejak pagi.