DPRD Jakarta Soroti Pengawasan Imbas 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim
Siswa dari empat sekolah di Jaktim tersebut diduga mengalami keracunan makanan dari program MBG disediakan SPPG di Pondok Kelapa 2.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin merespons kasus keracunan yang melibatkan 72 siswa di Jakarta Timur (Jaktim) hingga harus menjalani perawatan. Siswa dari empat sekolah di Jaktim tersebut diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Kelapa 2.
Khoirudin menyoroti soal lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG tersebut. Dia menilai bahwa pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan konsumsi anak-anak harus diawasi secara serius.
“DPRD DKI Jakarta memandang peristiwa ini sebagai hal yang perlu disikapi secara serius dan menyeluruh, terutama dalam memastikan standar keamanan pangan dalam setiap program pelayanan publik benar-benar terjaga,” kata Khoirudin kepada Liputan6.com, Minggu (5/4).
Ia juga mendorong dilakukan penelusuran secara komprehensif dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut. Menurutnya, langkah ini penting sebagai dasar evaluasi, sekaligus untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mendorong agar dilakukan penelusuran secara komprehensif dan transparan, sehingga akar permasalahan dapat diketahui dengan jelas, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama,” ucap dia.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berujar bahwa pengawasan terhadap penyedia layanan dalam program MBG perlu diperkuat, mengingat program tersebut menyasar pelajar.
Lebih lanjut, Khoirudin menekankan pentingnya sistem kontrol kualitas yang lebih ketat dan berlapis dalam setiap tahapan penyediaan makanan.
Ia juga berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat memperkuat mekanisme pengawasan serta memastikan adanya respons cepat dan terkoordinasi dalam setiap kejadian di lapangan.
“Yang lebih penting adalah memastikan bahwa proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh, disertai perbaikan sistem pengawasan dan standar operasional,” tandasnya.
Pramono Update Kondisi 72 Siswa di Jaktim Keracunan MBG
Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur mengalami perawatan medis akibat dugaan keracunan makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh SPPG di Pondok Kepala 2 pada hari Kamis, 2 April 2026. Para siswa tersebut berasal dari empat institusi pendidikan, yaitu SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginformasikan bahwa saat ini para siswa tersebut sedang dirawat di tiga rumah sakit yang berbeda, yaitu Rumah Sakit Khusus Duren Sawit, Rumah Sakit Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.
"Sampai dengan sekarang ini, korban yang dirawat di tiga rumah sakit mengalami perubahan, yaitu: Duren Sawit, Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum, totalnya 72 orang," ungkap Pramono kepada wartawan di Rumah Sakit Khusus Duren Sawit pada Sabtu (4/4).
Pramono juga menjelaskan bahwa biaya perawatan bagi siswa yang terdaftar akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sementara itu, bagi siswa yang belum terdaftar, biaya perawatan akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Jadi penanganan koordinasi yang cepat antara BGN dengan Pemerintah DKI Jakarta, dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan tentunya beberapa rumah sakit yang tadi saya sebutkan Alhamdulillah berjalan dengan baik," tambah Pramono.
Pramono mengungkapkan bahwa dia menduga para siswa mengalami keracunan akibat mengonsumsi spagetti. Ia menyebutkan beberapa gejala yang muncul pada siswa, seperti demam, rasa panas, mual, muntah, dan diare.
"Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare. Itu ya gejalanya," ungkap Pramono.
Meskipun demikian, ia menekankan untuk tetap menunggu hasil dari laboratorium, dan pihak berwenang akan memberikan informasi tersebut secara terbuka. Saat ini, Pramono menyatakan bahwa kondisi para korban sudah mulai pulih.
Ia berharap dalam waktu 1 hingga 2 hari semua masalah terkait keracunan dapat diselesaikan sepenuhnya. "Dan Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery, mudah-mudahan 1-2 hari sudah selesai semua," tutup Pramono.