Sesak Napas Berat, 20 Siswa SDN Ungaran 01 Muntah-Muntah dan Pusing Usai Santap MBG
Para siswa yang mengalami sejumlah gejala mulai dari muntah-muntah, pusing, hingga sesak napas.
Sebanyak 20 siswa SDN Ungaran 01, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa (30/9). Para siswa yang mengalami sejumlah gejala mulai dari muntah-muntah, pusing, hingga sesak napas.
Kepala Sekolah SDN Ungaran 01, Irmayani mengatakan bahwa siswa yang mengalami gejala tersebut langsung di bawa ke ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) untuk segera mendapatkan penanganan pertama.
"Usai di bawa ke UKS, para guru kami langsung menghubungi Puskesmas terdekat untuk menindaklanjuti siswa kami ini untuk segera mendapat penanganan dan perawatan di rumah sakit terdekat," kata Irmayani, Selasa (30/9).
Karena ada siswa di sekolah tersebut yang mengalami sesak napas berat, sehingga harus segera di bawa ke IGD rumah sakit terdekat dengan sekolah itu.
"Yang di bawa ke rumah sakit dan di rawat ada dua anak karena mengalami gejala sesak napas berat, sisanya tadi setelah diperiksa di rumah sakit banyak yang sudah diperbolehkan pulang. Tapi harus tetap menjalani rawat jalan karena masih mengalami gejala-gejala dugaan keracunan seperti pusing dan mual-mual," ungkapnya.
Lapor Dinkes dan SPPG
Selanjutnya pihaknya juga melaporkan kejadian itu kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka juga langsung datang ke sekolah untuk melakukan pengecekan usai adanya laporan dugaan keracunan itu.
Menu MBG di SDN Ungaran 01 itu disediakan oleh salah satu SPPG yang ada di wilayah Sidomulyo, Ungaran Timur, dengan menu ada nasi putih, rendang daging, tahu bulat, tumis pakcoy, dan puding. Sedangkan MBG pendistribusian sampai di sekolah 09.00 WIB.
"MBG datang langsung didistribusikan ke kelas-kelas di sekolah kami. Sebelum makan MBG anak-anak tidak apa-apa, bahkan mereka bisa mengikuti pelajaran olahraga, namun setelah makan MBG, sebagian anak-anak mengalami gejala dugaan keracunan," tandas Irmayani.