Siswa SMA Negeri 2 Kudus Keracunan MBG, Ini Respons Wagub Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan pemprov akan mengecek dan mengevaluasi terlebih dahulu terkait siswa SMA Negeri 2 Kudus keracunan MBG.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan melakukan pengecekan dan evaluasi terkait puluhan siswa yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin.
"Ya, nanti kita cek, ya. Kita lihat, nanti kita evaluasi MBG-nya, sehingga bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari makanannya atau dari distribusinya,” kata dia di Semarang, Kamis (29/1).
Pemerintah, lanjutnya, tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pengecekan di lapangan diperoleh. Menurutnya, penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.
"Nanti kita lihat seperti apa, dan kelanjutannya bagaimana. Ada tahapan-tahapannya,” imbuhnya.
SMA Negeri 2 Kudus Keracunan MBG
Sebelumnya, sebanyak 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1). Puluhan siswa itu mengalami gejala mulai dari mual, pusing hingga diare.
Pemkab Kudus bersama TNI-Polri langsung menjenguk para siswa yang dirawat di RSUD Loekmono Hadi.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan puluhan siswa tersebut langsung dievakuasi dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus.
Dari 70 siswa, sebanyak 22 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi, 17 siswa di Rumah Sakit Satkes, 10 siswa di RS Mardirahayu, 10 siswa di RSI, serta 11 siswa di RS Kumala Siwi.
"Kami bersama Pak Dandim, unsur TNI dan Polri langsung bergerak cepat. Begitu ada laporan anak-anak mengalami keluhan seperti mulas, pusing, dan diare, semuanya langsung kita bawa ke rumah sakit untuk ditangani," ujarnya didampingi Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie dan Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Hakam.