Belasan Siswa SMP di Klaten Diduga Keracunan MBG, Alami Mual dan Muntah
Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai merambah wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai merambah wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 13 siswa SMP Negeri 1 Wedi mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG, Rabu (8/10).
Dihubungi awak media, Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto membenarkan kabar tersebut.
"Nggih (benar), jadi begini. Ini ada kasus keracunan yang diduga memang dari makanan yang diterima oleh siswa SMP 1 Wedi, terkait dengan kegiatan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," ujar Anggit.
Lanjut Anggit, dari total 351 siswa yang menerima menu MBG, 13 siswa di antaranya mengalami gejala keracunan. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Wedi.
Dari 13 siswa tersebut, 2 dipulangkan, 3 dilakukan observasi, dan 8 dirujuk ke RSUD Bagas Waras. "Kenapa dirujuk, karena di Puskesmas Wedi ini, puskesmas rawat jalan, sehingga kita lakukan proses rujukan," terangnya.
Dikatakan Anggit, terhadap siswa yang diobservasi, jika hasilnya menunjukkan perlunya perawatan lebih lanjut, mereka akan dirawat di RSUD Bagas Waras. Namun jika kondisi membaik, mereka akan dipulangkan.
"Nanti diobservasi di Bagas Waras, kalau perlu dirawat ya dirawat, kalau masih dalam ambang baik ya dipulangkan," ungkapnya.
Untuk memastikan penyebab pasti keracunan, pihaknya telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi siswa. Sampel yang diambil tersebut di antaranya nasi, lauk, sayur, buah dan susu.
"Kita masih harus melakukan pemeriksaan. Kita ambil sampel dari makanan yang disajikan," jelas Anggit.
Sampel makanan tersebut selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah makanan tersebut menjadi sumber keracunan atau tidak.
Terkait gejala yang dialami siswa, Anggit menyampaikan, para siswa menunjukkan gejala mual, pusing, muntah, dan lemas akibat dehidrasi. Beberapa siswa langsung mendapatkan penanganan medis.
"Gejalanya itu mual-mual, ada yang sedikit mengalami muntah, ada juga yang mengalami pusing dan terjadi lemas. Lemasnya ini kemungkinan karena dehidrasi," jelas Anggit.