Pelajar di Banjar dan Pangandaran Alami Gejala Dugaan Keracunan MBG di Hari yang Sama
Sejumlah guru sempat turut memeriksa idangan tersebut, yang tersusun dari ayam suwir, anggur hijau, tempe goreng dan nasi, tanpa ada susu.
Setelah di Kabupaten Ciamis dan Garut, sejumlah siswa di wilayah Priangan Timur, yaitu di Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran juga dikabarkan mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/10).
Salah satu guru di SMPN 3 Kota Banjar, Nuriyana, mengatakan ada sebanyak 25 siswa di sekolah tempatnya mengajar yang kini dirawat di rumah sakit, salah satunya RS Banjar Patroman Medical Center (PMC). Mereka mengalami sejumlah gejala pusing, mual hingga sesak tak lama setelah menyantap sajian MBG.
“Tadi disalurkan SPPG pukul 11.30 WIB. Lalu didistribusikan pada istirahat ke dua pukul 11.30 WIB. Reaksinya sekitar 15 menit. Gejalanya pusing mual dan sesak,” ucap Nuriyana saat dihubungi wartawan, Rabu (1/10).
Menu MBG
Dia menyebut, sejumlah guru sempat turut memeriksa idangan tersebut, yang tersusun dari ayam suwir, anggur hijau, tempe goreng dan nasi, tanpa ada susu. Paket MBG itu dipasok dari dapur SPPG yang berada di Jalan Mesjid Agung, tak jauh dari sekolah.
Dari pengecekan tersebut di antaranya ada hidangan yang menurut dia menguarkan bau tak sedap. Pengecekan itu dilakukan sebelum idangan dibagikan kepada siswa. Dan, yang berbau kata dia tidak didistribusikan.
“Ada yang bau ada yang enggak. Yang bau yah gak dikasihkan,” katanya.
Siswa yang terdampak dan telah dilarikan ke rumah sakit, kata dia, mendapat penanganan medis berupa obat, infus. Beberapa di antaranya juga ada yang dipasang selang oksigen.
“Total sih kurang tahu. (Info ada 68) kemungkinan ada segitu, yang sama saya di PMC hanya 25 siswa. Tapi itupun sebagian sudah pulang,” kata dia.
“Para siswa ada yang dirujuk ke PMC yang sama saya, kemudian ke RSUD Banjar, dan Mitra Idaman,” terangnya.
Di Pangandaran, Siswa Alami Keracunan Usai Santap MBG dari Dapur Baru
Sementara itu, di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat ada sebanyak 8 orang pelajar dari salah satu madrasah ibtidaiyah, yang mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap MBG, pada Rabu (1/10).
Sekolah tersebut diketahui mendapat pasokan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru launching. Ia menjelaskan dapur tersebut telah ditutup sementara.
"SPPG baru launching tadi pagi terus mendistribusikan. Kita nunggu hasil apakah betul keracunan atau faktor lain,” kata Kadinkes Kabupaten Pangandaran, Yadi Sukmayadi, kepada wartawan.
Perkembangan kondisi para siswa yang terdampak menurutnya telah membaik. Dari total 8 orang, hanya tinggal 1 yang masih dirawat di Puskesmas Cigugur, Kabupaten Pangandaran.
"Sampai sekarang hanya satu dirawat, tujuh sudah pulang. Gejalanya mual muntah gak mengkhawatirkan kondisi stabil,” ujarnya.
Yadi mengatakan, pihaknya pun telah mengambil sampel makanan sajian MBG yang bersangkutan untuk diuji di laboratorium. Selain itu, Ia menyebut pada Kamis (2/10) seluruh SPPG di Pangandaran bakal dikumpulkan di Polres Pangandaran untuk membahas terkait MBG.