Keracunan MBG Terjadi di Ciamis, 24 Siswa Dirawat karena Mual dan Pusing
Berdasarkan data yang ia punya tercatat sebanyak 24 siswa SMP 4 Pamarican, kini mendapat perawatan medis.
Kasus dugaan keracunan massal siswa diduga usai menyantap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Barat pada Senin (29/9). Kali ini terjadi di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.
Kepala Puskesmas Pamarican, Teten mengkonfirmasi hal tersebut. Berdasarkan data yang ia punya tercatat sebanyak 24 siswa SMP 4 Pamarican, kini mendapat perawatan medis.
"Yang ditangani di Puskesmas Pamarican 15 orang, di Puskesmas Banjarsari 9 orang,” katanya, saat dihubungi lewat telepon.
Fenomena keracunan massal di sekolah tersebut terjadi antara pukul 10.00 hingga 11.000 WIB. Usai menyantap menu MBG para siswa mengeluhkan sejumlah gejala mulai dari mulas, mual, dan pusing.
“Sekarang sudah dapat penanganan medis,” tuturnya.
Pihak tenaga kesehatan dan perangkat pemerintahan setempat masih melakukan pendataan. Belum dapat dipastikan jumlah total siswa yang terpapar.
Kasus Keracunan Lainnya
Sebelumnya, kasus keracunan massal siswa diduga lantaran menyantap MBG terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti di Sumedang dan Cianjur. Salah satu korban terbanyak terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan sedikitnya 1.315 korban tercatat sejak Senin (22/9) hingga Kamis (25/9).
Sebanyak 36 siswa yang sempat ditangani dan kembali ke rumah, malahan kembali merasakan gejala pada Senin (29/9). Mereka pun kembali mendapatkan penanganan medis.
"Data pukul 13.00 WIB kembali berdatangan jumlah 36," ucap Kapolsek Sindangkerta Iptu Sholehuddin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/9).
Ada yang Dirujuk ke RSUD
Ia menjelaskan, dari angka tersebut sebanyak 10 orang telah dirujuk ke RSUD Cililin, sementara 25 orang telah kembali pulang. Adapun 1 orang lainnya, masih dirawat di Posko Puskesmas Cipongkor.
"Iya katanya tadi habis upacara kerasa lagi. Mengeluhkan merasa mules sama sesak lagi," kata dia.
Kejadian ini dikonfirmasi juga oleh Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah. Ia menyampaikan sejumlah siswa yang kembali merasakan gejala antara lain berasal dari Mts Muslimin, Mts Syarif Hidayatullah, MI Syarif hidayatullah, MI Attarbiyah, MA Darul Fikri, dan SMP 3 Cipongkor.
"Iya betul (yang kemarin sempat pulang kembali datang mengeluhkan gejala keracunan)," katanya lewat pesan singkat.