Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat Terus Bertambah, Korban Kini Tembus 345 Orang

Jumlah sementara korban tercatat mencapai 345 orang.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat Terus Bertambah, Korban Kini Tembus 345 Orang
Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat Terus Bertambah, Korban Kini Tembus 345 Orang (Merdeka.com)

Fenomena keracunan massal siswa diduga usai menyantap sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi pada Selasa (14/10). Jumlah korban terus melonjak.

Memasuki hari kedua, Rabu 15 Oktober 2025, pukul 11.15 WIB, jumlah sementara korban tercatat mencapai 345 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Lapangan Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi.

"Total keseluruhan pasien dari kemarin hingga sekarang pukul 11.15 WIB, 345 orang," kata Aep, Rabu (15/10).

Jumlah Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat
Jumlah Pasien Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat merdeka.com

Dari jumlah tersebut, Aep mengatakan, sebanyak 60 siswa masih dirawat, sedangkan 285 telah kembali ke rumah usai mendapat penanganan. Siswa yang menjadi pasien di antaranya berasal dari SDN Garuda, SMPN 1 Cisarua, dan SMKN 1 Cisarua.

"Untuk yang sekarang, dari SD, SMP, SMP. Tapi untuk saat ini, yang hari ini, itu hanya SD sama SMK. Kalau yang kemarin tuh terkonsentrasi di anak SMP,” ucap dia.

Posko SMPN 1 Cisarua, diketahui menjadi posko penanganan utama peristiwa keracunan massal siswa diduga karena menyantap MBG. Sebanyak 9 ruang kelas disiapkan untuk menangani pasien dengan keluhan mulai pusing, mual, hingga, sesak napas.

Aep menambahkan, apabila penanganan lebih lanjut diperlukan, pasien dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan lainnya. Di antaranya, RSUD Lembang, RS Cibabat, RSJ Cisarua, RS Dustira, Puskesmas Jayagiri.

Terkait ini, Aep mengatakan, pasien dari Posko SMPN Cisarua paling banyak dirujuk ke RSUD Lembang.

"Rujukan yang paling banyak di sini rumah sakit lembang,” kata Aep.

Aep mengatakan proses pendataan masih terus berlangsung. Hal ini mengingat adanya kemungkinan pasien terus bertambah. Pendataan hingga kini masih terus berlangsung.

"Kita lihat dulu progres yang datang, jadi kita belum bisa memastikan. Selama ada yang datang, kita pasti masukan data," tandasnya.

Rekomendasi