Cegah Keracunan Makanan, Disdik Semarang Minta Guru Jadi Tester MBG Sebelum Disantap Siswa

Wacana itu tengah dibahas bersama Satgas MBG dan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Cegah Keracunan Makanan, Disdik Semarang Minta Guru Jadi Tester MBG Sebelum Disantap Siswa
Ketua Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso (Dok: Antara) (© 2025 Liputan6.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana melibatkan guru di sekolah sebagai pencicip atau tester awal sebelum menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dibagikan kepada siswa. Langkah ini ditempuh untuk mencegah kasus keracunan makanan, seperti yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto menyebut wacana itu tengah dibahas bersama Satgas MBG dan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Saat ini sedang kita koordinasikan dengan satgas dan koordinator dari SPPG,” kata Bambang Pramusinto, Kamis (2/10).

Menurutnya, pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh bersama Satgas MBG. Tim akan memantau dapur SPPG sejak proses pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah.

Disdik turut mendorong SPPG untuk segera mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui Dinas Kesehatan, serta melengkapi perizinan lain lewat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Di sisi lain, pengawasan di sekolah juga perlu diperkuat. Disdik meminta setiap satuan pendidikan mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai garda terdepan pengawas makanan MBG.

"Nanti peran UKS juga akan dikuatkan untuk mengawasi keamanan MBG, bersama Dinkes dan Dinas Ketahanan Pangan,” tandasnya.

Rekomendasi