Dualisme Keraton Surakarta, Begini Sikap Wali Kota
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan Pemkot Solo bersikap netral atas dualisme Keraton Surakarta.
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan pemerintah kota bersikap netral terkait munculnya dualisme deklarasi Raja Surakarta dari dua putra Paku Buwono XIII, yakni KGPH Purboyo dan KGPH Mangkubumi.
Ia memastikan seluruh kegiatan budaya yang diajukan warga tetap mendapat fasilitas dari pemerintah kota.
“Di Solo itu ada kirab budaya, ada Haul, ada festival jenang, ada wayangan, ada konser. Semua kalau itu permohonan dari warga tetap kita fasilitasi. Sama lah, semua sama,” ujar Respati, Jumat (14/11).
Hal yang sama berlaku untuk acara Jumenengan baik dari pihak KGPH Purboyo maupun KGPH Mangkubumi.
“Lha iya sama lah. Mau Haul, mau jumenengan, mau festival lampion, mau festival budaya apapun di Kota Solo ini sebagai kota budaya tetap kita akan fasilitasi semuanya,” tandasnya.
Penyelesaian Konflik Keraton Diserahkan ke Aturan yang Berlaku
Terkait konflik internal keluarga Keraton Surakarta, Respati menegaskan penyelesaian hanya dapat dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Ya semua kan ada aturan yang berlaku; ada konstitusi yang berlaku ketika warga saling berkonflik, saling berbeda pendapat, ya selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persoalan tersebut bukan ranah pemerintah kota.
“Ya kita serahkan ya. Ini kan benar-benar bukan dari pemerintah kota ya. Pemerintah kota kadang ada warga yang berselisih pendapat pasti kita musyawarah,” katanya.
Respati mencontohkan pemberian fasilitas pada SPPG Banyuanyar saat sempat ditolak warga sekitar.
“Saya rasa sama perlakuannya,” katanya.
Belum Ada Undangan Resmi ke Wali Kota
Respati belum dapat memastikan kehadirannya dalam acara Jumenengan KGPH Purboyo pada Sabtu (15/11) karena belum menerima undangan resmi.
“Ya nanti kita lihat, sepertinya hanya pemberitahuan kepada kami. Di meja saya belum ada (undangan),” ujarnya.
Di sisi lain, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengonfirmasi pelaksanaan Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakoe Boewono XIV untuk menobatkan KGPH Purboyo sebagai raja baru menggantikan PB XIII.
Kabar tersebut dibenarkan GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani selaku ketua panitia.
“Surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare SISK.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” ujarnya.