Said Abdullah Usul SPPG Cukup Layani 1000 Anak Bukan 3000
Menurutnya, idealnya satu dapur MBG cukup melayani sekitar 1.000 anak, bukan 3.000 seperti saat ini.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti banyaknya kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Said pun menyoroti fakta bahwa dari 5.823 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG), hanya 34 yang memiliki lisensi sertifikat higienis dan sanitasi. Ia menilai jumlah itu terlalu kecil untuk menjamin kualitas makanan bagi jutaan anak.
Said pun mengusulkan agar konsep SPPG direvisi. Menurutnya, idealnya satu dapur MBG cukup melayani sekitar 1.000 anak, bukan 3.000 seperti saat ini.
"Kalau 3.000, saya tidak yakin SPPG sanggup tanpa storage dan fasilitas memadai. Bebannya terlalu berat," jelas Said kepada wartawan di Senayan, Senin (29/9/2025).
Said juga mengusulkan, pemerintah mengambil langkah ekstrem dengan menghadirkan dapur MBG langsung di sekolah. "Langsung dapur MBG di sekolah sekolah, diperbaiki, kemudian bagaimana dicek sanitasinya bagaimana, dan cakupannya hanya di sekolah itu saja, itu akan lebih baik," kata Said.
Dengan begitu, kata Said, sanitasi bisa lebih mudah dipantau, jangkauan distribusi lebih pendek, dan keterlibatan guru akan lebih proaktif. "Kalau langsung ke sekolahnya, mau tidak mau moralitas guru yang mewajibkan dia untuk ikut terlibat," tuturnya.
"Di China, di Jepang itu di sekolah-sekolah. Dari sisi pelaksanaannya akan lebih kredibel, akan lebih terawasi, dan jangkauannya akan lebih pendek," imbuh Said.
Said menegaskan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sistem MBG. Ia mengingatkan bahwa program ini menyangkut keselamatan anak didik yang menjadi fokus utama Presiden dalam mencerdaskan bangsa.
"Ini menyangkut manusia, anak didik kita, yang nawaitu nya presiden akan dicerdaskan, maka jangan sampai keracunan dong," pungkasnya.