Aspek Adat dan Hukum Terpenuhi, Prosesi Seremonial PB XIV Hangabehi Segera Digelar
Kini, keraton tinggal menyiapkan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan.
Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng mengatakan, seluruh persyaratan adat dan hukum nasional untuk kedudukan Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV telah terpenuhi.
Kini, keraton tinggal menyiapkan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan.
"Kalau untuk adatnya sudah terpenuhi, dan juga hukum nasionalnya sudah selesai, sudah jelas. Sekarang tinggal menyiapkan prosesi seremonialnya saja, semacam resepsi atau peneguhannya, kapan waktu yang tepat untuk dilaksanakan," ujar Gusti Moeng, Rabu (10/6).
Nasab dan Suksesi Dijaga Ketat Sejak Leluhur
Pengageng Sasana Wilapa itu menyebut, Keraton Surakarta Hadiningrat adalah keraton tertua dari trah Kerajaan Mataram Islam yang didirikan Panembahan Senapati. Karena itu, garis keturunan atau nasab dalam suksesi kepemimpinan selalu dijaga ketat.
"Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Paku Buwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Paku Buwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya," katanya.
Ditempa Sejak Masih BRM Mangkubumi
Menurut Gusti Moeng, pembinaan calon penerus tahta sudah dimulai sejak Sinuhun Paku Buwono XIII masih bertahta.
Saat itu, lanjut dia, Sinuhun Pakubuwono XIV masih menyandang gelar BRM Mangkubumi dan dipersiapkan untuk memahami kehidupan serta tata nilai karaton. Setelah dewasa dan menerima gelar KGPH Hangabehi, pembinaan semakin intensif.
"Beliau sudah ditempa lahir dan batin sejak lama. Sejak masih BRM Mangkubumi hingga kemudian menjadi KGPH Hangabehi pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwono XIII. Proses itu dilakukan secara bertahap agar memahami tanggung jawab besar yang kelak diemban sebagai pemimpin Karaton Surakarta Hadiningrat," jelasnya.
Dikatakannya, sejak remaja, Hangabehi juga sudah diajak berinteraksi dengan sentana dalem dan lingkungan karaton agar memahami tugas, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang harus dijaga sebagai penerus Kasunanan Surakarta.
Gusti Moeng menambahkan, zaman sekarang menuntut pemimpin karaton yang tidak hanya memenuhi ketentuan adat, tetapi juga mampu menjadi pengayom keluarga besar karaton dan masyarakat.
Tinggal Peneguhan Seremonial
Dengan aspek adat dan hukum nasional yang sudah selesai, tahapan substansial suksesi disebut Gusti Moeng telah tuntas. Saat ini keraton fokus menyiapkan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan.
"Saat ini yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan prosesi seremonial sebagai bentuk peneguhan yang akan diumumkan pada waktu yang tepat," ujarnya.
Di akhir, Gusti Moeng meminta doa restu masyarakat agar prosesi berjalan lancar.
"Kami mohon doa restu seluruh warga masyarakat Surakarta khususnya, masyarakat adat, dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar semua berjalan dengan baik," pungkas Gusti Moeng.