Syarat Jumatan 7 Kali Dipenuhi, PB XIV Mangkubumi Kenakan Beskap Putih saat Salat Jumat di Masjid Agung

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi menjalankan salat Jumat di Masjid Agung, hari ini

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Syarat Jumatan 7 Kali Dipenuhi, PB XIV Mangkubumi Kenakan Beskap Putih saat Salat Jumat di Masjid Agung
Syarat Jumatan 7 Kali Dipenuhi, PB XIV Mangkubumi Kenakan Beskap Putih saat Salat Jumat di Masjid Agung (Merdeka.com)

Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi menjalankan salat Jumat di Masjid Agung, hari ini. Namun ada yang berbeda dengan busana yang dikenakan putra tertua PB XIII itu.

Jika Jumat sebelumnya ia dan rombongan mengenakan kemeja batik dan blangkon senada, Jumat (26/12) ini Mangkubumi dan rombongan memakai busana beskap putih dengan blangkon senada. Mangkubumi tampak berjalan kaki saat berangkat dan pulang dari masjid.

Untuk diketahui, hari ini merupakan salat Jumat ketujuh bagi Mangkubumi usai menobatkan diri sebagai Raja menggantikan ayahnya yang wafat 2 November laku. Konon 7 salat Jumat di Masjid Agung menjadi salah satu syarat bertahta di Kasunanan Surakarta. Mangkubumi menjalani persyaratan tersebut sejak Jumat 14 November 2025.

Salat Jumat Selanjutnya Bisa Dimana Saja

Kepada awak media pria yang juga bernama Hangabehi itu mengatakan penggunaan beskap putih dilakukan sebagai rangkaian syarat salat Jumat di Masjid Agung Surakarta tersebut setelah menjadi raja telah selesai.

"Enggak ada, ini hanya berkeinginan memakai pakaian Jawa saja. Sudah selesai rangkaian acara nguji ngali Jumat di Masjid Agung," ujarnya.

Setelah selesai menjalani syarat salat Jumat 7 kali, Mangkubumi mengaku akan menjalani salat Jumat seperti biasa, yakni bisa dilakukan di masjid lain.

"Salat Jumat berikutnya seperti biasa, bisa dimana saja. Kewajiban orang Muslim khususnya laki-laki untuk salat Jumat, di mana saja bisa," katanya.

Disinggung soal Jumenengan setelah syarat 7 kali salat Jumat dipenuhi, Mangkubumi mengaku belum memikirkannya. Dikatakannya, ia akan menjalankan sejumlah ritual adat yang ada di keraton.

"Belum, belum ingin bahas ke situ. Ya, tetap melakukan ritual-ritual adat turun-temurun di Keraton saja," katanya lagi.

Seharusnya Sejak Awal Kenakan Beskap

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, menambahkan, seharusnya sejak awal salat Jumat Mangkubumi memang mengenakan beskap. Sehingga tidak terlepas dari posisi adatnya.

"Ya seharusnya dari awal begitu (pakai beskap) lebih bagus. Biar terasa bahwa ini tidak bisa dilepaskan dari posisi adatnya. Kalau sekarang seperti itu, ya memang seharusnya begitu terus, malah bagus," ungkap dia.

Wirabhumi menyampaikan, setelah ini Mangkubumi dapat menunaikan salat Jumat di masjid mana pun. Namun akan lebih baik dilakukan di masjid yang memiliki kaitan sejarah dengan keraton.

"Jadi tujuannya untuk menyambungkan kembali hubungan Keraton Surakarta dengan masjid-masjid peninggalannya," pungkasnya.

Rekomendasi