Menilik Sektor Riil dari Dekat
Menilik Sektor Riil dari Dekat Lihat Selengkapnya
Sorot
{{caption}}
Terungkap! Motif TNI Tembak TNI di Palembang Berawal dari Masalah Sepele

{{caption}}
Sosok yang Sembunyikan Senjata Rakitan di Kasus TNI Tembak TNI

{{caption}}
Kasus TNI Tembak TNI di Kafe, Sertu MRR Jadi Tersangka

{{caption}}
Misteri Kematian Siswi SMK di Nias, Polisi Temukan Luka Tusuk dan Lebam

{{caption}}
Pria yang Sekap dan Perkosa Mahasiswi Ditangkap di Surabaya, Begini Tampangnya

{{caption}}
Pria Disekap di Showroom Jakarta Timur, Sosok Terduga Pelaku Terungkap

Topik Terkait
{{caption}}
RAPBN 2026 Fokus Turunkan Kemiskinan dan Perkuat Industri Nasional

Ketua Banggar DPR Said Abdullah menegaskan bahwa APBN harus lebih dari sekadar instrumen keuangan.

{{caption}}
Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2026

Kesepakatan yang dicapai mencakup pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp16.500 per dolar.

{{caption}}
Asumsi Makro APBN 2026 Tetapkan Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4%

DPR telah mengumumkan kesepakatan akhir dengan pemerintah mengenai asumsi makro untuk APBN tahun 2026.

{{caption}}
DPR Pastikan Penyusunan RAPBN 2026 Dilakukan Secara Transparan

Adapun rincian terdiri dari pendapatan negara Rp3.153,6 triliun, belanja negara Rp3.842,7 triliun, serta defisit anggaran sebesar Rp689,1 triliun.

{{caption}}
Ketua Banggar DPR Dorong Pemerintah Susun RAPBN 2026 Realistis di Tengah Ketidakpastian Global

Said berharap pemerintah mengajukan angka-angka asumsi ekonomi makro yang realistis, namun tetap menginjeksikan harapan bahwa perekonomian nasional bisa tumbuh.

{{caption}}
Ketua Banggar DPR Sebut Nota Keuangan RAPBN 2026 Realistis

Pilihan angka moderat ini menunjukkan pemerintah realistis dalam menghitung tantangan tahun 2026 yang tidak mudah.

{{caption}}
Perkokoh Ketahanan Bangsa, Banggar DPR Raker dengan Para Menko Bahas Rencana Kerja Anggaran 2026

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia menghadapi tantangan yang besar.

{{caption}}
Sri Mulyani Akui APBN di Awal Tahun Anjlok Rp31,2 Triliun

Menurut Sri Mulyani, defisit merupakan bagian dari perencanaan pembiayaan yang sudah disusun sebelumnya.

{{caption}}
DPR Sahkan UU APBN 2025, Target Pendapatan dari Pajak Rp2.490 Triliun

Pengesahan ini menjadi landasan Prabowo Subianto menjalankan pemerintahannya di tahun pertama.

{{caption}}
Said Abdullah Harap Kabinet yang Dirancang Prabowo Banyak Tempatkan Profesional

Said Abdullah, mengingatkan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, supaya merealisasikan janjinya yang diucapkan pada masa kampanye.

{{caption}}
Sektor Keuangan Tunjukkan Tren Penurunan, Ketua Banggar Minta Pemerintah Adaptif

Said mencontohkan saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah.

{{caption}}
Pemerintah Siapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara, Momentum Tepat di Tengah Kelesuan Harga

Pemerintah berencana mengenakan bea keluar ekspor batu bara setelah 20 tahun bebas bea. Kebijakan ini dinilai sebagai momentum tepat di tengah kelesuan harga komoditas batu bara global dan upaya optimalisasi penerimaan negara.

{{caption}}
Inkonsistensi Pusat-Daerah: Guru Besar UGM Sebut Skema Belanja Prioritas Daerah Perlu Dikaji Ulang, Apa Dampaknya?

Guru Besar UGM Prof. Gabriel Lele mendesak evaluasi mendalam terhadap skema belanja prioritas daerah menyusul penurunan Transfer ke Daerah (TKD), mengungkap inkonsistensi kebijakan pusat yang membebani daerah.

{{caption}}
Tahukah Anda? Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Hanya Dipertimbangkan Jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru dipertimbangkan saat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen, menjaga daya beli masyarakat.

{{caption}}
Fakta Unik: Kenaikan TKD RAPBN 2026 Sebesar Rp43 Triliun, Bukti Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat?

Pemerintah sepakat menaikkan alokasi Kenaikan TKD RAPBN 2026 sebesar Rp43 triliun. Wamenkeu Suahasil Nazara tegaskan ini bukti respons terhadap aspirasi masyarakat, lho!

{{caption}}
Kemenkeu Masih Kaji Tarif Cukai Rokok 2026, Target Penerimaan Negara Dikerek Rp1,7 Triliun!

Kementerian Keuangan masih mengkaji penetapan tarif cukai rokok 2026 di tengah target penerimaan kepabeanan dan cukai yang naik,

{{caption}}
Bappenas: Pemda Butuh Strategi Jitu Tingkatkan PAD Demi Kemandirian Fiskal, Tahukah Kamu Apa Itu Fiskal?

Bappenas mendesak Pemda menyusun strategi konkret peningkatan PAD demi kemandirian fiskal. Simak bagaimana Pemda bisa mandiri tanpa menyulitkan masyarakat.

{{caption}}
OPINI: Menjernihkan Perihal APBN 2026

Arah kebijakan fiskal harus memberi insentif, dan pembenahan ekosistemnya, agar investasi pada sektor sektor ini tumbuh lebih ekspansif.

{{caption}}
Ketua Banggar DPR Usul Reformasi Subsidi Energi, Minta Pemutakhiran Data dan Pakai Sistem Biometrik

Untuk memastikan subsidi tepat sasaran, Said mengusulkan adanya pembaruan data penerima manfaat secara menyeluruh.

{{caption}}
Banggar DPR Tolak Usulan BBM Subsidi Dikurangi

Said mengingatkan agar jangan sampai pemerintah mengotak-atik program subsidi rakyat kecil.

{{caption}}
Jaga Ketahanan Fiskal, Said Abdullah Desak Pemerintah Stop Kompensasi Listrik Orang Kaya dan Industri

Said optimistis, penghentian kompensasi listrik untuk kelompok mampu dan sektor industri dapat membantu menjaga defisit APBN tetap berada pada level aman.

{{caption}}
Said Abdullah Ingatkan Pentingnya APBN Tetap Sehat di Tengah Gejolak Global

Untuk memastikan kesehatan fiskal tetap terjaga, Said mendorong pemerintah untuk melakukan realokasi terhadap belanja negara yang dianggap tidak mendesak.

{{caption}}
Banggar DPR: Pemerintah Punya Ruang Fiskal Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menegaskan pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk mempertahankan defisit APBN di bawah 3 persen dari PDB, meski ada wacana pelebaran defisit oleh Menkeu.