Nadiem: Tuduhan Saya Menerima Keuntungan Rp809 Miliar Bohong
Menurut Nadiem, seluruh saksi menyampaikan bahwa tidak ada aliran dana atau keuntungan ekonomi diterimanya.
Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan, pelbagai tuduhan menyeret namanya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook tidak benar. Pernyataan itu disampaikan Nadiem menanggapi sejumlah isu berkembang selama proses persidangan.
Salah satunya soal percakapan WhatsApp grup disebut-sebut membahas pengadaan laptop. Faktanya, Nadiem meyakini hal tersebut tidak pernah terjadi.
"Dari awal, tidak ada WhatsApp grup yang membahas pengadaan laptop. Itu hoaks, tidak pernah ada,” ujar Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/2).
Eks Bos Gojek itu juga menyebut isu laptop Chromebook dibeli dengan harga Rp10 juta adalah kabar keliru. Menurut dia, fakta harga sebenarnya jauh lebih rendah.
"Ada hoaks lagi bahwa laptop Chromebook seharga Rp10 juta. Ternyata harganya dibeli Rp5,5 juta, dan semua vendor bilang HPP-nya sekitar Rp3,5–3,7 juta sebelum dijual ke distributor,” ujar Nadiem.
Bantah Dapat Untung Rp809 Miliar
Terkait tuduhan mendapat keuntungan Rp809 miliar dari transaksi yang melibatkan dua entitas di bawah perusahaan Gojek, Nadiem menegaskan hal adalah tidak berdasar.
"Hari ini semua saksi menyatakan bahwa tuduhan saya menerima keuntungan Rp809 miliar itu bohong. Ternyata transaksi itu tidak melibatkan saya,” ujar Nadiem.
Nadiem menambahkan, seluruh saksi menyampaikan bahwa tidak ada aliran dana atau keuntungan ekonomi yang diterimanya.
"Semua saksi bilang saya tidak menerima sepeser pun, bahwa itu transaksi korporasi antara dua anak usaha Gojek, yang uangnya bolak-balik,” jelas Nadiem.
Atas fakta sidang hari ini, Nadiem bersyukur karena fakta-fakta terus terungkap dalam persidangan.
"Setiap sidang, kebenaran dibuka lagi. Itulah yang saya syukuri di bulan Ramadan. Setiap sidang kebenaran dibuka lagi,” dia menandasi.