Google Tegaskan Hubungan dengan Nadiem Tak Terkait Pengadaan Chromebook
Google menegaskan tidak pernah memberi imbalan kepada pejabat Indonesia terkait pengadaan Chromebook, menyusul perkara hukum yang menyeret Nadiem Makarim.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Google, menegaskan tidak pernah melakukan praktik transaksional dalam bentuk apa pun dengan pejabat eksekutif pemerintahan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan menyusul perkara hukum pengadaan Google Chromebook yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.
“Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google,” tulis Google dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (14/1).
Soal Hubungan dengan Nadiem
Google menjelaskan bahwa hubungan kerja sama dengan Nadiem telah berlangsung jauh sebelum yang bersangkutan menjabat sebagai menteri.
Menurut Google, kerja sama tersebut terjadi dalam konteks investasi pada entitas yang terkait dengan Gojek, bersama sejumlah perusahaan global dan investor institusional lainnya.
“Bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan,” tegas Google.
Google juga menyatakan bahwa investasi tersebut tidak memiliki kaitan dengan program jangka panjang peningkatan sektor pendidikan di Indonesia maupun kerja sama dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan Google.
“Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi,” tulis Google.