Di Tipikor Jakarta, Nadiem Sebut Proses IPO Gojek Transparan dan Sah
Nadiem Makarim menegaskan investasi Google di Gojek melalui proses legal dan diawasi OJK, serta tidak terkait proyek Chromebook saat menjabat menteri.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, memberikan tanggapan terkait jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (23/2/2026).
Dalam sidang tersebut, jaksa mendalami keterangan saksi terkait investasi Google di Gojek sebelum Nadiem menjabat menteri pada 2019.
Menurut Nadiem, pembelian saham Google di Gojek telah melalui proses hukum yang sah dan diawasi otoritas terkait. Ia menegaskan tidak ada kaitan antara investasi tersebut dengan proyek pengadaan Chromebook setelah dirinya menjadi menteri.
"Bahwa semua proses IPO daripada Gojek itu sudah melalui proses verifikasi dan monitoring oleh OJK dan semua itu publik karena ini perusahaan publik. Jadi saya saat ini masih bingung apa yang dipertanyakan?," ujar Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Jaksa Hadirkan Saksi dari Gojek
Dalam persidangan, jaksa menghadirkan sejumlah saksi yang memiliki latar belakang di Gojek. Menanggapi hal tersebut, Nadiem mengungkap kembali masa awal membangun perusahaan transportasi digital itu.
"Anak-anak muda yang mau mengabdi untuk negara karena pada saat itu ide Gojek itu datang waktu saya masih S2 di Amerika," ungkapnya.
Ia menyebut keputusan kembali ke Indonesia untuk mengembangkan Gojek didasari keinginan memberi kontribusi bagi negara.
"Saya memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk membangun Gojek. Saya ingin berbicara kepada anak-anak muda di Indonesia, mungkin yang di luar negeri sekarang atau lagi belajar, mohonlah kembali ke Indonesia jangan putus asa dengan negara kita," ajak Nadiem.
Seruan untuk Generasi Muda Indonesia
Dalam pernyataannya di luar pokok persidangan, Nadiem juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia.
"Saya kembali ke Indonesia membangun Gojek menciptakan jutaan pekerjaan. Saya setelah itu mengabdi kepada generasi penerus bangsa menjadi menteri pendidikan, sampai saya dipenjarakan pun saya masih mengabdi untuk negara karena pengabdian itu tidak mungkin sia-sia. Jadi mohon anak-anak muda jangan putus asa," katanya.
Selain isu persidangan, perbincangan publik juga ramai terkait video viral seorang warga negara Indonesia yang mengunggah unboxing paspor Inggris untuk anaknya. Informasi yang beredar menyebut pasangan tersebut sebelumnya mendapat beasiswa pemerintah Indonesia melalui program LPDP.