Nadiem ungkap Harga Asli Pengadaan Chromebook di Persidangan, Ternyata Segini
Nadiem kemudian menyimpulkan bahwa total harga Chromebook berikut CDM berada di kisaran Rp5,7 juta hingga Rp5,8 juta per unit.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim angkat suara mengenai isu harga pengadaan Chromebook yang disebut mencapai Rp10 juta per unit. Klarifikasi ini disampaikan langsung Nadiem saat bersaksi di sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Dalam persidangan tersebut, Nadiem bertanya kepada saksi Gogot Suharwoto, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (PUSTEKKOM) Kemendikbud, terkait harga pembelian Chromebook yang dilakukan sebelum masa jabatannya, yakni pada era Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy. Dari penjelasan Gogot, harga yang dibayarkan pemerintah saat itu jauh di bawah narasi Rp10 juta yang belakangan marak di ruang publik.
Di hadapan majelis hakim, Nadiem terlebih dahulu memastikan bahwa Gogot pernah membeli Chromebook untuk kebutuhan Pustekkom. Gogot mengakui pembelian tersebut dan menyebut harga satuan perangkat yang dibeli pemerintah sebesar Rp5,2 juta tanpa paket Chrome Device Management (CDM ).
“Bapak ingat harga berapa yang Bapak beli?” tanya Nadiem.
"Lima juta dua ratus," jawab Gogot, yang kemudian ditegaskan kembali oleh Nadiem bahwa harga itu belum termasuk CDM.
Nadiem kemudian mengurai komponen CDM yang nilainya sekitar USD 30 dolar. Ia mengasumsikan nilai tersebut setara Rp500 ribu per unit, kemudian mengajak Gogot menghitung di dalam ruang sidang.
“Yang benar-benar dibayar tiga puluh dolar kita bisa asumsi itu lima ratus ribu mungkin, kira-kira lima koma dua juta jadinya berapa Pak kalau ditambah CDM?” ucap Nadiem.
“Lima juta tujuh ratus,” jawab Gogot.
Nadiem kemudian menyimpulkan bahwa total harga Chromebook berikut CDM berada di kisaran Rp5,7 juta hingga Rp5,8 juta per unit. Ia menyebut angka tersebut sangat mendekati harga pengadaan pada 2020 dan 2021 saat dirinya memimpin Kemendikbudristek.
Bantah Narasi Laptop Rp10 Juta
Dalam agenda sidang yang sama, Nadiem menyinggung maraknya narasi di media dan media sosial yang menyebut harga laptop pengadaan mencapai Rp10 juta per unit. Narasi itu, kata dia, tidak sesuai dengan data yang tercantum di katalog elektronik (e-katalog) pemerintah.
"Karena banyak sekali narasi sesat di media dan lain-lain mengenai harga laptop ini sepuluh juta, tapi kenyataannya ya harga rentang yang dibelinya di katalog itu sekitar lima koma lima sampai lima koma delapan juta," kata Nadiem.
Masih dalam kesempatan yang sama, Nadiem menanyakan kepada Gogot apakah pengadaan Chromebook pada 2019 pernah dipersoalkan aparat penegak hukum maupun lembaga audit negara. Pertanyaan itu ia ajukan untuk memastikan apakah harga yang dibayar Pustekkom pernah dinilai janggal atau terlalu mahal oleh pihak berwenang.
"Bapak pernah diperiksa nggak oleh Kejaksaan sebelumnya mengenai pengadaan di tahun 2019?" tanya Nadiem.
"Tidak," jawab Gogot
Nadiem juga menanyakan apakah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pernah menyebut harga Chromebook tersebut kemahalan. Gogot menjelaskan bahwa audit dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh satuan kerja, namun tidak ada temuan ketidakwajaran harga dalam pengadaan yang ia tangani.
"Berarti aman ya Pak, tidak ada ketidakwajaran harga, tidak ada kemahalan harga?" tanya Nadiem.
"Tidak," jawab Gogot.