Hotman Curiga Kejagung Cari Momen agar Kasus Nadiem Makarim Meledak di Publik
Hotman menyebut, Nadiem Makarim tidak menerima keuntungan atau pun aliran dana dalam proyek pengadaan laptop Chromebook.
Kuasa hukum Nadiem Makarim, Hotman Paris Hutapea, menuding Kejaksaan Agung (Kejagung) sengaja menunggu waktu tertentu untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tahun 2019–2023, yang mencakup pengadaan laptop Chromebook.
Hotman menyebut, Nadiem Makarim tidak menerima keuntungan atau pun aliran dana dalam proyek pengadaan laptop Chromebook.
“Coba tanya, tanya saja ke jaksa ada tidak lima perak pun si Nadiem terima uang? Entah dari siapapun. Tidak ada,” tutur Hotman kepada wartawan,Jumat (5/9).
Sikap Kejagung yang tidak mengulas lebih jauh dugaan masuknya dana korupsi ke kantong Nadiem pun dinilai Hotman sebagai kejanggalan. Selain memang tidak ada keterlibatan, jaksa juga seolah dengan sengaja mencari momen penetapan kliennya sebagai tersangka.
“Ya memang enggak ada. Tidak ada, makanya kan ini sudah lama. Sudah hampir sebulan dianggurkan. Tiba-tiba diperiksa lagi. Ini tampaknya ini harus cari momen, harus ada harus heboh, harus ada penangkapan baru tindak pidana korupsi. Seolah-olah begitu,” jelas dia.
Hotman menegaskan, pemilihan Chromebook saat itu lantaran dari segi pembiayaan jauh lebih murah dibanding spesifikasi laptop dengan sistem operasi Windows. Bahkan, penetapan harga pun dilakukan secara resmi lewat e-katalog, dengan mengacu pada harga pasar.
“Dan itu harganya semua ada di e-katalog terbuka. Yang menerima uangnya kan bukan Google, tapi vendor Indonesia yang menjual laptop itu,” ungkapnya.
Sebab itu, kaitan antara investasi Google dengan terjadinya korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek menurutnya tidak ada. Terlebih, raksasa teknologi itu sudah lama menjadi investor Gojek, jauh sebelum Nadiem Makarim menjadi menteri.
“Justru karena ditemukan bahwa Chromebook itu jauh lebih murah makanya digunakan. Dan itu pun bukan keputusannya Nadiem, itu keputusannya tim pengadaan,” katanya.