Makassar, 26 April – Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sejuk, Resik, Indah) menggelar kampanye dan aksi bersih di Kampung Nelayan Untia, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Berbagai organisasi dan elemen masyarakat turut serta dalam kegiatan ini, menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat. Di antara peserta yang terlibat adalah Pusdal LH Sulawesi Maluku, HPHA Sulsel, KTH Untia Jaya, FK3I Sulsel, dan Dharma Wanita Pusdal LH Sulawesi Maluku. Kehadiran beragam pihak ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai sektor.
Kepala Bidang Wilayah II Pusdal Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Arnianah Alwi, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Beliau menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tugas seluruh elemen masyarakat, dan aksi bersih ini menjadi contoh konkret untuk mendorong kepedulian kolektif. Kampanye ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran jangka panjang di kalangan masyarakat Kampung Nelayan Untia.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Lingkungan Pesisir
Aksi bersih yang digagas oleh Gerakan Nasional ASRI ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat lokal. Fokus kegiatan adalah pembersihan menyeluruh kawasan pesisir dan lingkungan sekitar Kampung Nelayan Untia. Upaya ini tidak hanya bertujuan menciptakan area yang bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan darat.
Arniana Alwi, dari Pusdal LH Sulawesi Maluku, menegaskan bahwa lingkungan adalah aset berharga yang harus dijaga bersama. Partisipasi aktif dari HPHA Sulsel, KTH Untia Jaya, FK3I Sulsel, dan Dharma Wanita Pusdal LH Sulawesi Maluku menunjukkan komitmen kolektif. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi inisiatif serupa di wilayah lain, menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan.
Sebelum memulai aksi bersih, seluruh peserta dan panitia mengikuti senam bersama sebagai bentuk pemanasan. Aktivitas ini tidak hanya mempersiapkan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kekompakan di antara para relawan. Momen kebersamaan ini menjadi fondasi penting untuk keberhasilan kegiatan yang membutuhkan kerja keras dan koordinasi.
Advertisement
Advertisement
Hasil Nyata Aksi Bersih dan Dampaknya
Dari kegiatan aksi bersih yang penuh semangat, para peserta berhasil mengumpulkan sampah laut dalam jumlah yang signifikan. Total sampah yang terkumpul mencapai 523 kilogram, atau setara dengan 55 kantong sampah berukuran besar. Angka ini menunjukkan betapa krusialnya upaya pembersihan lingkungan pesisir yang sering kali tercemar oleh berbagai jenis limbah.
Jenis sampah yang mendominasi temuan dalam aksi bersih ini adalah sampah anorganik. Sampah plastik, sedotan, kaleng, dan residu menjadi penyumbang terbesar dari total volume sampah yang berhasil diangkat. Data ini menggarisbawahi perlunya edukasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai yang sulit terurai.
Melalui kegiatan ini, Arniana Alwi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan akan semakin meningkat. Peningkatan kesadaran ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku jangka panjang, menuju kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Tujuan akhirnya adalah mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih asri dan berkelanjutan, di mana setiap individu memiliki peran aktif dalam menjaga keindahan alam.
Advertisement
Aksi bersih di Kampung Nelayan Untia ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi dan partisipasi masyarakat dapat menghasilkan dampak positif. Keberhasilan mengumpulkan lebih dari setengah ton sampah adalah pencapaian yang patut diapresiasi. Ini juga menjadi pengingat bahwa masalah sampah, terutama di wilayah pesisir, memerlukan perhatian serius dan tindakan berkelanjutan dari semua pihak.
Sumber: AntaraNews