Pemkab Buleleng Perkuat Ekosistem Satu Data Melalui Program Inovatif BIMA Sakti
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat implementasi program Satu Data Buleleng melalui inisiatif BIMA Sakti, meningkatkan kualitas dan pemanfaatan data untuk kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, secara aktif menggalakkan penguatan program Satu Data Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui pembinaan Maraton Masyarakat Statistik (BIMA Sakti), sebuah inisiatif yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Buleleng menjadi motor penggerak utama dalam program ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas serta pemanfaatan data di wilayah tersebut.
Pembinaan BIMA Sakti dirancang untuk memastikan data yang dihasilkan tidak hanya akurat, tetapi juga relevan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ini menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Peran Strategis BIMA Sakti dalam Ekosistem Data
BIMA Sakti merupakan bagian integral dari fungsi pembinaan statistik yang dilakukan oleh BPS dalam kerangka Satu Data Indonesia. Program ini menggarisbawahi kolaborasi antarlembaga untuk mencapai tujuan bersama dalam pengelolaan data.
Dalam struktur program ini, BPS memiliki peran sebagai pembina data, memastikan standar dan kaidah statistik terpenuhi. Sementara itu, Dinas Kominfosanti Buleleng bertindak sebagai wali data, bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyebarluasan data sektoral.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berperan sebagai sekretariat data, mengkoordinasikan kebutuhan dan ketersediaan data. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng berfungsi sebagai produsen data, menyediakan informasi dari sektor masing-masing.
Kepala Bidang Persandian dan Statistik Kominfosanti Buleleng, Komang Ery Marta Pariata, menjelaskan bahwa tujuan utama pembinaan ini adalah mendorong peningkatan kualitas data agar sesuai dengan kaidah statistik. Hal ini juga untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memastikan sinkronisasi data antar perangkat daerah.
Kominfosanti Buleleng sebagai Wali Data dan Peningkatan Literasi
Sebagai wali data, Dinas Kominfosanti Buleleng memegang peranan strategis dalam mengelola dan menyebarluaskan data sektoral yang dihimpun dari berbagai OPD. Peran ini krusial untuk memastikan aksesibilitas data bagi masyarakat dan pembuat kebijakan.
Salah satu contoh nyata kontribusi Kominfosanti adalah penyediaan data sebaran titik layanan free Wifi di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng. Informasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas untuk berbagai keperluan.
Selain itu, Kominfosanti Buleleng juga terus berupaya meningkatkan literasi statistik masyarakat melalui berbagai platform. Portal Satu Data Buleleng dan media sosial menjadi sarana utama untuk menyebarkan informasi statistik yang mudah diakses.
Informasi statistik dikemas dalam bentuk infografis melalui program “Minfotik” guna memudahkan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan data. Inisiatif ini bertujuan agar data tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dicerna dengan baik oleh publik.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat dan Sinergi Data
Literasi statistik menjadi kunci bagi masyarakat untuk lebih memahami informasi berbasis data dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk penggunaan ruang terbuka hijau, pengenalan potensi pasar tradisional, hingga sektor UMKM.
Di sisi lain, peran aktif masyarakat juga sangat penting dalam menghasilkan data yang berkualitas. Masyarakat, khususnya pelaku usaha dan UMKM, diharapkan dapat memberikan data yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya.
Hal ini terutama relevan dalam pelaksanaan sensus ekonomi yang dilakukan oleh BPS, di mana partisipasi aktif dari pelaku usaha sangat dibutuhkan. Data yang valid dari masyarakat akan memperkuat fondasi kebijakan ekonomi daerah.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPS, OPD, dan masyarakat, ekosistem data di Kabupaten Buleleng diharapkan semakin kuat dan terintegrasi. Integrasi data ini akan mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews