Sebanyak 31 raja dan perwakilan dari Diraja Nusantara turut memeriahkan acara Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) yang digelar di pusat kota. Acara meriah ini berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Jawa Barat, pada hari Sabtu, menarik perhatian banyak pengunjung.
Kehadiran para pemimpin adat ini menjadi sorotan utama dalam agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Garut. Mereka diundang secara khusus oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut untuk berpartisipasi aktif dalam perhelatan akbar ini.
Tujuan utama pengundangannya adalah untuk mempererat kerja sama dalam upaya pelestarian warisan budaya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjaga nilai-nilai tradisi leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.
Advertisement
Advertisement
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Disparbud Kabupaten Garut, Aam Pathulloh, menjelaskan alasan kuat di balik undangan kepada Diraja Nusantara. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan mendalam terhadap peran penting mereka dalam merawat warisan budaya bangsa.
Aam Pathulloh menegaskan bahwa kehadiran para raja membawa tujuan besar bagi pelestarian budaya. Ini adalah untuk menjalin kerja sama erat dalam melestarikan berbagai aspek budaya dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang kaya.
Nilai-nilai adat dan tradisi leluhur diharapkan tetap lestari dan terus diwariskan melalui kolaborasi strategis ini. Gebyar Pesona Budaya Garut menjadi wadah strategis untuk mencapai tujuan mulia tersebut, mempertemukan berbagai elemen budaya.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Garut secara rutin menyelenggarakan Gebyar Pesona Budaya Garut setiap tahun sebagai bagian dari kalender acara daerah. Acara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan pelaku seni, untuk memperkenalkan kekayaan Garut secara lebih luas kepada publik.
Momentum ini juga dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat jejaring budaya antar daerah di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan daya tarik pariwisata berbasis budaya di Garut, menjadikannya destinasi unggulan.
Kolaborasi antar daerah menjadi kunci penting untuk pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, Garut dapat menarik lebih banyak wisatawan yang tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga kekayaan budayanya yang otentik.
Advertisement
Advertisement
Ketua Dewan Adat Kabupaten Garut, Cepi Kusuma, yang juga bertindak sebagai koordinator kehadiran raja, menyambut baik inisiatif acara ini. Diraja Nusantara memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gebyar Pesona Budaya Garut.
Cepi Kusuma mengapresiasi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Garut terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan ini dianggap sebagai salah satu khazanah budaya yang sejalan dengan program pelestarian yang diusung oleh para raja.
Kehadiran para raja juga memiliki tujuan untuk menunjukkan nilai luhur dan sejarah panjang yang dimiliki Garut. Sejarah ini tidak lepas dari peradaban masa lalu yang telah membentuk dan menciptakan peradaban masa kini yang kaya.
Advertisement
Para raja Nusantara merasa sangat tertarik dengan pesona Garut dan bahkan mengklaim sebagai trah dari Sunda. Hal ini semakin menunjukkan ikatan budaya yang kuat dan mendalam antara Garut dengan kerajaan-kerajaan di seluruh Nusantara.
Sumber: AntaraNews