Dua Pelaku Ditangkap usai Perang Antarkampung Tallo Tewaskan 1 Warga dan Hanguskan 13 Rumah
NS tewas usai tertembak senapan angin di bagian kepala.
Jajaran Polda Sulawesi Selatan bersama Polrestabes Makassar menangkap dua pelaku penembakan dan pembakaran rumah dalam perang antarkampung di Kecamatan Tallo pada Selasa (18/11), yang menyebabkan satu orang tewas dan 13 rumah hangus terbakar.
Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Inspektur Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan perang antarkampung di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menyebabkan satu orang warga inisial NS (40) dan 13 rumah hangus terbakar. NS tewas usai tertembak senapan angin di bagian kepala.
"Terkait dengan perang kelompok di Kecamatan Tallo, di mana kita ketahui bersama tanggal 16 November ada seorang warga, asal Sapiria terkena peluru senapan angin pada bagian kepala. Meninggal dunia setelah dilakukan operasi di Rumah Sakit Akademis Makassar," ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Rabu (19/11).
Polisi Tidak Mengetahuinya
Djuhandhani mengaku awalnya polisi tidak mengetahui adanya korban meninggal. Akibatnya, polisi tidak mengantisipasi terjadinya perang antarkampung Sapiria dengan Borta, Kecamatan Tallo, Makassar.
"Setelah kami mengetahui dia meninggal, kemudian terjadi kerusuhan ataupun tawuran di Tallo," tuturnya.
Akhirnya perang antarkampung Sapiria dan Borta kembali pecah pada Selasa (18/11) kemarin di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beroangin. Kelompok pemuda di Sapiria melakukan penyerangan terhadap warga Kampung Borta.
"Salah satu rumah di Lorong Bugis perbatasan langsung dengan Lorong Borta dibakar. Dan saat ini kerugian adalah 13 rumah di Lorong Bugis terbakar," ungkapnya.
Melakukan pemadaman
Mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini menyebut petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan (Damkarmat) Kota Makassar sudah melakukan pemadaman. Sementara dari kepolisian, menurunkan Brimob dan Samapta untuk melakukan pengamanan.
"Saat ini untuk mencegah agar ini situasi di TKP bisa lebih terjaga dan kondusif, kami melakukan pengamanan. Di mana pengamanan kami perkuat dari Brimob dan Samapta Polda dan juga dari Polrestabes," tegasnya.
Sementara untuk penindakan pelaku, Djuhandhani menyebut sudah menangkap pelaku penembakan terhadap NS, yakni CBT (35). Pelaku masih menjalani penyidikan di Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar.
"Saat ini yang bersangkutan masih dalam proses penanganan oleh Satreskrim Polrestabes Makassar terkait perkara penembakan," kata dia.
Mencari Pelaku Lainnya
Selain itu, Djuhandhani juga mengungkapkan sudah ada satu orang pelaku pembakaran saat perang antarkampung yang telah ditangkap. Djuhandhani menegaskan akan mencari pelaku lainnya.
"Tadi pagi kami sudah mengamankan satu orang pelaku pembakaran dan kami akan terus mencari pelaku-pelaku lainnya. Itu sesuai komitmen kami dari Polda Sulsel, menjadikan Sulsel dan Kota Makassar menjadi tempat yang paling tidak aman bagi para pelaku kejahatan," ucapnya.