Kompolnas Tegaskan Transparansi Rekrutmen Akpol di Polda Jatim: Jamin Seleksi Bersih
Kompolnas menekankan pentingnya transparansi rekrutmen Akpol di Polda Jatim untuk memastikan proses seleksi calon taruna berjalan akuntabel dan bebas kecurangan, menarik minat calon polisi berkualitas.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan pentingnya transparansi dalam rekrutmen calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Proses seleksi yang diikuti 276 peserta ini harus berjalan akuntabel dan bebas kecurangan untuk menghasilkan anggota Polri yang berkualitas.
Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menyatakan bahwa timnya hadir langsung di SMKN 5 Surabaya untuk memantau tes seleksi Akpol. Pengawasan ini bertujuan memastikan tidak ada pelanggaran hukum atau kecurangan selama tahapan rekrutmen.
Mekanisme rekrutmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini bersifat partisipatif, melibatkan masyarakat dan peserta seleksi sebagai bagian dari pengawasan. Hal ini dilakukan untuk menutup peluang kecurangan hingga nol persen dan menjaga integritas proses.
Mekanisme Partisipatif dan Pengawasan Ketat
Kompolnas memastikan seluruh prosedur seleksi Akpol berjalan sesuai aturan yang berlaku, mulai dari keterbukaan informasi hingga pencegahan potensi kecurangan. Tim Kompolnas secara langsung memeriksa apakah peserta telah menerima informasi yang cukup mengenai proses seleksi.
Selain itu, langkah ketat juga diterapkan untuk memastikan tidak ada alat elektronik yang dibawa oleh peserta ke dalam ruang ujian. Semua barang disimpan di tempat yang dapat diawasi bersama, meminimalisir celah untuk tindakan curang.
Mohammad Choirul Anam menjelaskan bahwa sifat partisipatif rekrutmen melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat seperti himpunan psikologi. Partisipasi peserta sendiri juga menjadi elemen krusial dalam pengawasan, karena sistem yang diterapkan bersifat terbuka.
Jaminan Kualitas dan Integritas Rekrutmen
Transparansi dalam rekrutmen Akpol juga diwujudkan dengan hasil tes yang dapat langsung diketahui oleh peserta setelah ujian selesai. Jika terdapat komplain atau ketidaksesuaian, peserta memiliki kesempatan untuk segera melapor kepada panitia.
Kompolnas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Pihak Kompolnas bahkan berterima kasih jika ada laporan mengenai praktik penipuan semacam itu.
Kualitas rekrutmen anggota Polri akan sangat menentukan kualitas institusi Polri di masa depan. Kepolisian yang baik, dengan individu-individu berkualitas, diawali dari proses rekrutmen yang bersih dan berintegritas.
Prinsip BETAH dalam Seleksi Polri
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Sih Harno, menyampaikan bahwa tes psikologi calon taruna Akpol diikuti oleh 276 peserta. Tes ini merupakan bagian awal dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2026 yang akan dilanjutkan dengan tahapan Bintara dan Tamtama.
Proses seleksi ini tidak hanya diawasi secara internal oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), serta tim psikologi, tetapi juga melibatkan pengawasan eksternal dari Kompolnas.
Pengawasan berlapis ini bertujuan untuk memastikan bahwa rekrutmen Polri berprinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam upaya menciptakan kepolisian yang profesional dan terpercaya.
Sumber: AntaraNews