Wali Kota Makassar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Tawuran Anarkis
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku tawuran anarkis di TPU Beroangin yang menyebabkan rumah terbakar dan korban jiwa, memastikan keamanan di Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku tawuran yang berujung bentrokan anarkis di lokasi perkuburan umum (TPU) Beroangin, Jalan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar. Insiden ini menyebabkan sejumlah rumah terbakar dan menelan korban jiwa. Desakan ini disampaikan setelah Munafri melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian dan TNI.
Munafri menegaskan bahwa tindakan kriminal semacam ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti secara hukum. Kejadian tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi warga, termasuk hilangnya tempat tinggal akibat kebakaran. Oleh karena itu, penanganan serius dan cepat dari aparat keamanan menjadi prioritas utama.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, juga merespons kejadian ini dengan mengambil langkah cepat dan terukur. Ia telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sulsel untuk penanganan dan pengamanan lokasi. Pemerintah daerah dan aparat keamanan bersinergi untuk mencegah konflik susulan dan menjaga stabilitas di Makassar.
Desakan Penindakan Tegas dari Wali Kota
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan telah berkoordinasi terbatas dengan pihak kepolisian dan Dansat Brimob serta TNI. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam tawuran anarkis tersebut ditindak sesuai hukum yang berlaku. "Saya sudah lakukan koordinasi terbatas, dengan pihak kepolisian, termasuk ke Pak Dansat Brimob serta TNI untuk memastikan orang-orang yang terlibat itu ditindak," ujar Munafri di Makassar, Selasa.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa tindakan kriminal seperti bentrokan antarwarga tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi hukum. Kejadian yang menyebabkan rumah terbakar dan korban jiwa ini merupakan kejahatan serius. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang cepat dan adil bagi para pelaku.
Appi juga telah berkomunikasi langsung dengan pihak berwajib guna mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku. Penanganan kasus ini harus dilakukan dengan serius dan cepat. "Karena tindakan ini sudah merupakan kejahatan, jadi harus diproses lebih lanjut (di sanksi pidana). Saya tegaskan, saya sampaikan, dan saya bicara bahwa ini harus cepat diatensi dengan serius," katanya saat meninjau lokasi kejadian.
Langkah Pencegahan dan Respons Gubernur Sulsel
Selain fokus pada penindakan hukum, Wali Kota Munafri Arifuddin juga menyiapkan langkah pencegahan sebagai solusi jangka panjang bagi anak muda di wilayah tersebut. Pihaknya akan masuk ke wilayah rawan konflik untuk menghadirkan pola pembinaan, pelatihan, dan kegiatan produktif bagi remaja. Tujuannya adalah untuk mengurangi potensi keterlibatan mereka dalam aksi negatif seperti tawuran.
Secara terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut merespons insiden tawuran antarwarga Kampung Sapiria dan Borong Taipa di Kecamatan Tallo. Insiden yang terjadi pada Selasa (18/11) itu menyebabkan tujuh rumah terbakar serta menelan satu korban jiwa yang diduga tertembak senapan angin. Gubernur menegaskan pemerintah provinsi telah mengambil langkah cepat dan terukur.
Gubernur Sudirman menyampaikan telah berkoordinasi langsung dengan Kapolda Sulsel terkait penanganan dan pengamanan lokasi kejadian. "Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk mengambil tindakan terukur. Harap warga menahan diri dan tidak mudah terprovokasi," katanya menegaskan. Koordinasi ini penting mengingat insiden tersebut sudah termasuk tindakan kriminal.
Ia juga menekankan pentingnya upaya bersama antara pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk mencegah konflik susulan. Gubernur meminta aparat untuk mempertebal patroli serta memberikan perlindungan penuh kepada warga terdampak. "Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami tidak ingin ada lagi korban jatuh. Pemerintah akan hadir untuk memastikan kondisi kembali stabil," pungkasnya, mengajak warga menahan emosi dan menyerahkan penanganan situasi kepada aparat.
Sumber: AntaraNews