Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dengan tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri. Ia juga menyerukan pentingnya menjaga ketertiban serta stabilitas di setiap wilayah masing-masing. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden tragis yang terjadi di Makassar.
Pernyataan tersebut disampaikan di Makassar pada Sabtu, 30 Agustus, setelah serangkaian aksi demonstrasi. Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat malam sebelumnya telah menimbulkan dampak serius. Situasi di lapangan memerlukan perhatian dan penanganan segera dari berbagai pihak.
Tragedi tersebut bahkan telah menelan korban jiwa, menambah duka bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Gubernur menekankan pentingnya persatuan dan kedamaian dalam menghadapi situasi ini. Ia berharap semua pihak dapat berkontribusi menjaga keamanan daerah.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Gubernur dan Upaya Menenangkan Situasi
Andi Sudirman Sulaiman secara langsung turun ke lapangan menemui massa aksi yang menggelar unjuk rasa di Makassar pada Jumat malam. Kehadiran beliau menjadi upaya konkret untuk menenangkan situasi yang sempat memanas. Langkah ini juga bertujuan untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur berharap seluruh pihak dapat terus menjaga suasana damai dalam menyampaikan pendapat. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara yang konstruktif. Hal ini penting demi menjaga stabilitas Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
“Kita semua mencintai daerah ini. Mari kita rawat kedamaian, saling menghormati, dan menjaga persatuan demi masa depan Sulawesi Selatan yang lebih baik,” ujar Andi Sudirman Sulaiman. Pesan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga ketenteraman dan keutuhan wilayah.
Advertisement
Advertisement
Dampak Tragis Demonstrasi dan Identitas Korban
Aksi demonstrasi di Makassar yang berlangsung pada Jumat malam disebutkan telah memakan korban jiwa. Sebanyak empat orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Mereka menjadi korban akibat terjebak saat massa membakar Gedung DPRD Makassar.
Keempat korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini telah diidentifikasi. Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan mereka. Pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi.
Berikut adalah identitas para korban jiwa yang berhasil diidentifikasi:
Advertisement
- Syaiful Anwar, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Makassar.
- Ubay, seorang fotografer DPRD Makassar.
- Sarina, staf pendamping anggota DPRD Makassar, Andi Tendri Uji.
- Budi, anggota Satuan Polisi Pamong Praja.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketertiban dalam setiap aksi publik. Semua pihak diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menghindari tindakan anarkis yang dapat merugikan banyak pihak. Upaya menjaga stabilitas Sulawesi Selatan adalah tanggung jawab bersama.
Sumber: AntaraNews
Advertisement