Wali Kota Makassar Turun Langsung Mediasi Bentrokan Warga di Kandea 3, 5 Rumah Hangus Terbakar!
Wali Kota Makassar bersama TNI/Polri turun tangan memediasi bentrokan antarwarga di Kandea 3. Lima rumah hangus, bagaimana upaya meredakan konflik ini?
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi jajaran TNI dan Polri turun langsung ke lokasi bentrokan warga. Mereka berupaya memediasi konflik yang terjadi di Jalan Kandea 3, Kelurahan Bunga Eja, Kecamatan Tallo, Makassar pada Selasa (23/9).
Langkah ini diambil menyusul eskalasi bentrokan antarkelompok pemuda yang telah berlangsung selama beberapa hari. Konflik tersebut meluas hingga ke beberapa titik rawan di Kecamatan Tallo, termasuk Jalan Lembo dan Jalan Layang.
Mediasi ini bertujuan untuk meredakan ketegangan serta mencari akar permasalahan dari bentrokan yang berulang. Insiden ini telah mengakibatkan sejumlah warga terluka dan setidaknya lima unit rumah hangus terbakar, memicu keprihatinan serius dari pemerintah daerah.
Upaya Mediasi dan Penanganan Darurat
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden bentrokan ini. Ia menekankan pentingnya penguatan keamanan dan ketertiban lingkungan secara maksimal di wilayah terdampak, sebagaimana disampaikannya, "Saya merasa sangat prihatin dengan kejadian ini. Penguatan terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan harus dimaksimalkan."
Dalam upaya meredakan situasi, Appi bersama Kapolrestabes dan Dandim Makassar turun langsung untuk melakukan negosiasi. Mereka berupaya mencari solusi komprehensif serta menggali penyebab konflik yang telah berlangsung lama di area tersebut, yang kerap memicu bentrokan serupa.
Sebagai langkah konkret, Satpol PP akan membantu polisi dan TNI setempat untuk siaga dan bergantian menjaga ketenteraman. Penjagaan ini direncanakan berlangsung minimal selama beberapa pekan ke depan guna memastikan stabilitas keamanan, dengan instruksi, "Satpol PP bantu polisi dan TNI setempat untuk siaga dan bergantian menjaga ketenteraman serta ketertiban di lokasi, minimal selama beberapa pekan ke depan."
Selain itu, pemerintah kecamatan juga diinstruksikan untuk segera mendirikan posko sementara bagi warga yang rumahnya terdampak kebakaran. Wali kota memastikan penyaluran bantuan darurat bagi korban yang kehilangan tempat tinggal akibat insiden ini, termasuk pendirian posko sementara untuk menampung korban.
Dampak Bentrokan dan Langkah Pencegahan
Bentrokan antarkelompok pemuda ini telah menimbulkan kerugian material yang signifikan di Makassar. Tercatat sedikitnya lima unit rumah warga dan satu unit mobil hangus terbakar akibat amuk massa di berbagai titik.
Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden bentrokan tersebut, sebuah fakta yang sedikit melegakan di tengah kerugian material. Pemerintah Kota Makassar masih menunggu hasil investigasi detail dari tim penanggulangan bencana dan kebakaran untuk mengetahui total kerugian.
Munafri memastikan akan terus berkoordinasi erat dengan kepolisian, TNI, dan Satpol PP untuk mendirikan posko penjagaan bersama. Posko ini akan ditempatkan di titik-titik rawan sebagai upaya pengendalian keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Wali kota juga menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku kerusuhan yang bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian. "Tindakan seperti ini tidak boleh terulang lagi. Harus ada solusi dan tindakan tegas," ujarnya, seraya menyerukan semua elemen masyarakat untuk bersama menjaga keamanan. "Harapan kita, semua elemen harus bergerak bersama menjaga keamanan. Kita harus turun ke bawah dan bekerja maksimal," tambah Munafri.
Sumber: AntaraNews