Tragedi Unjuk Rasa: Wali Kota Makassar Jenguk Staf DPRD Korban Pembakaran, 3 Orang Meninggal Dunia

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjenguk staf DPRD yang menjadi korban pembakaran saat unjuk rasa. Tiga staf dikabarkan meninggal dunia, memicu keprihatinan mendalam dan janji pemerintah menanggung biaya pengobatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragedi Unjuk Rasa: Wali Kota Makassar Jenguk Staf DPRD Korban Pembakaran, 3 Orang Meninggal Dunia
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjenguk staf DPRD yang menjadi korban pembakaran saat unjuk rasa. Tiga staf dikabarkan meninggal dunia, memicu keprihatinan mendalam dan janji pemerintah menanggung biaya pengobatan. (Merdeka.com)

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin baru-baru ini mengunjungi staf DPRD dan pegawai Pemerintah Kota yang menjadi korban insiden unjuk rasa anarkis. Kunjungan keprihatinan ini dilakukan di Rumah Sakit Grestelina, Makassar, pada hari Sabtu, sehari setelah kejadian tragis.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi menyusul aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung pada pembakaran Gedung DPRD Makassar pada Jumat malam. Insiden anarkis ini menyebabkan sejumlah pegawai mengalami luka-luka serius dan trauma mendalam.

Bahkan, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian mengerikan tersebut, memicu duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja. Wali Kota Makassar menyatakan keprihatinan dan memastikan seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung penuh oleh pemerintah kota.

Insiden unjuk rasa yang berujung pada pembakaran Kantor DPRD Makassar meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Sejumlah pegawai Pemerintah Kota Makassar yang bertugas di lokasi kejadian menjadi korban langsung dari aksi anarkis tersebut. Peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh aparatur negara saat menjalankan tugasnya.

Data terkini menunjukkan bahwa tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tragis ini. Mereka adalah Sarinawati (26), staf DPRD Makassar, Syaiful (43), kepala seksi di Kecamatan Ujung Tanah, serta Muh Basir alias Abay, staf DPRD Makassar. Jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Selain korban meninggal, tercatat empat pegawai lainnya mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan intensif. Budi Haryati (30), pegawai DPRD Makassar, dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma, sementara Heriyanto (28) dirawat di RS Grestelina dengan luka berat setelah melompat dari lantai empat. Tiga korban lainnya, Saba alias Sahabuddin, Arief (cleaning service), dan Heriyanto (staf), juga masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Grestelina.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menunjukkan komitmen penuh pemerintah kota dalam menangani dampak insiden ini. Beliau didampingi oleh Sekretaris Daerah Makassar Andi Zulkifly Nanda dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muhammad Roem saat menjenguk para korban. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memberikan dukungan.

Sejak Jumat malam hingga menjelang subuh, Wali Kota Munafri bahkan memilih untuk bermalam di Kantor Balai Kota guna memantau situasi secara langsung. Tindakan ini menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya terhadap kondisi keamanan kota serta nasib para pegawainya. Ia ingin memastikan bahwa penanganan pasca-insiden berjalan dengan baik dan cepat.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Munafri Arifuddin secara tegas menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Makassar. "Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan kami akan menanggung semua biaya pengobatan dari korban," ujarnya di RS Grestelina. Harapannya, para korban dapat segera pulih dan mendapatkan penanganan medis yang maksimal.

Kunjungan langsung dari Wali Kota Makassar ini juga menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap aparatur negara yang menjadi korban dalam insiden tragis tersebut. Pemerintah Kota Makassar berupaya memberikan rasa aman dan jaminan bagi para pegawainya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi