Wali Kota Makassar Minta Aktifkan Kembali Siskamling Usai Bentrokan Antarwarga
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak masyarakat mengaktifkan kembali Siskamling untuk mencegah bentrokan antarwarga dan memperkuat persatuan pasca insiden di Tallo.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara tegas meminta masyarakat untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Permintaan ini muncul menyusul insiden bentrokan antarwarga yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Tallo, Makassar. Kejadian tersebut menyebabkan kerugian material yang signifikan, termasuk terbakarnya sejumlah rumah warga.
Ajakan ini disampaikan Munafri dalam rapat konsolidasi pemulihan menyeluruh yang digelar di Kecamatan Tallo pada Kamis (20/11). Pemerintah kota berupaya memperkuat keamanan dan persatuan di tengah masyarakat. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan membangun kembali kondisi lingkungan yang kondusif.
Melalui langkah ini, Pemkot Makassar berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga ketertiban. Siskamling diharapkan menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif. Ini juga menjadi upaya pemerintah untuk mendorong dialog dan musyawarah sebagai solusi konflik.
Pentingnya Peran Siskamling dan Persatuan Warga
Munafri Arifuddin menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung tugas pemerintah dan aparat keamanan. Ia percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika masyarakat bersatu dan saling bergandengan tangan. Pengaktifan kembali Siskamling menjadi kunci utama dalam upaya ini.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuktikan kedewasaan mereka. Masyarakat diminta untuk mengutamakan perdamaian di atas segalanya. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis bagi semua warga Makassar.
Koordinasi lintas sektor dan kolaborasi dengan aparat keamanan serta tokoh masyarakat terus dilakukan. Pemkot Makassar berupaya memastikan Kecamatan Tallo dapat bangkit kembali dengan lebih kuat dan solid. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap musibah yang terjadi.
Pemulihan Pascabentrokan dan Bantuan Pemerintah
Pertemuan konsolidasi ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Makassar dalam merespons musibah kebakaran. Kebakaran tersebut melanda sejumlah rumah warga di Kecamatan Tallo akibat bentrokan antarkelompok warga. Pemerintah berjanji akan turun tangan membantu memulihkan kehidupan warga terdampak.
Bentrokan antarkelompok pemuda di wilayah utara Kota Makassar ini telah menimbulkan dampak serius. Tercatat 18 rumah hangus terbakar dan mengakibatkan 21 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Dampak terparah terjadi di Kelurahan Suangga, dengan 14 rumah terbakar dan 17 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, di Kelurahan Lembo, empat rumah terbakar dan empat kepala keluarga menjadi korban.
Munafri menambahkan bahwa Pemkot Makassar melalui instansi terkait telah bergerak cepat. Penanganan awal mulai dari pendataan hingga penyediaan bantuan darurat telah dilakukan. Pemerintah tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga akan membantu mendirikan kembali rumah warga yang terbakar.
"Kita tidak hanya membantu kebutuhan harian, tetapi juga memastikan rumah mereka bisa berdiri kembali," ujar Munafri. Ia menegaskan, "Kita ingin kehidupan mereka kembali aman dan damai." Komitmen ini menunjukkan tanggung jawab sosial pemerintah dan upaya pemulihan psikologis masyarakat terdampak.
Sumber: AntaraNews