Polisi Selidiki Kasus Tawuran Makassar, Satu Warga Tewas Terkena Panah
Kepolisian Makassar tengah menyelidiki kasus tawuran antar pemuda yang mengakibatkan seorang warga tewas terkena anak panah saat berusaha melerai. Insiden tragis ini menambah daftar panjang konflik di wilayah tersebut.
Kepolisian di Makassar sedang mendalami kasus tawuran antar pemuda yang berujung pada kematian seorang warga. Korban tewas setelah terkena anak panah saat berupaya melerai pertikaian antara pemuda Kampung Sapiria dan Layang. Kejadian ini berlangsung di Kandea, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (30/1).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Anggota kepolisian masih berada di lapangan untuk mengumpulkan berbagai bahan keterangan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh insiden ini.
Peristiwa tragis ini menyoroti kembali masalah tawuran antar kelompok pemuda yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Polisi berjanji akan menindak tegas pelaku dan memastikan keamanan di lokasi kejadian. Upaya pengamanan juga telah dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran susulan di kemudian hari.
Kronologi Tragis dan Upaya Melerai Tawuran Makassar
Tawuran antar pemuda ini pecah pada Jumat (30/1) di area Kanal Kandea, dekat Masjid Al-Markas Al-Islami Tallo. Korban tewas diketahui bernama Basir Daeng Ngalle (40), yang mengalami luka serius di bagian dadanya karena tertancap anak panah. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Seorang saksi mata berinisial JHD menceritakan bahwa enam orang terduga pelaku dari kelompok pemuda Jalan Layang memasuki wilayah Kampung Sapiria. Mereka membawa senjata tajam, busur, dan bensin dengan niat membakar mobil warga.
Rencana pembakaran dua mobil yang terparkir di samping SD Inpres Baraya 2 diketahui oleh empat orang, yang kemudian merespons dengan melakukan perlawanan hingga tawuran pecah. Saat keributan terjadi, Basir Daeng Ngalle berusaha melerai perang kelompok tersebut dengan menyuruh pemuda Sapiria untuk mundur. Namun nahas, anak panah justru menancap di dadanya saat ia mencoba menghalau pertikaian.
Penyelidikan Polisi dan Sejarah Konflik Berulang
AKBP Devi Sujana menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tawuran Makassar ini. Selain mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti, kepolisian juga tengah mengejar para pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Basir Daeng Ngalle.
Tim gabungan dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar, Resmob Polda Sulawesi Selatan, dan personel Polsek Tallo segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Mereka berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya tawuran susulan. Penempatan personel di lokasi diharapkan dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Konflik antar kelompok pemuda di wilayah ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, insiden serupa menyebabkan pembakaran rumah, perusakan kendaraan, dan bahkan korban jiwa. Pertikaian antara dua kampung ini diketahui sudah berlangsung lama, bahkan sejak tahun 1989, menunjukkan akar masalah yang kompleks dan perlu penanganan serius.
Sumber: AntaraNews