Polda Maluku Sukses Fasilitasi Perdamaian Fiditan Tual, Warga Serahkan Senjata

Polda Maluku berhasil memfasilitasi Perdamaian Fiditan Tual, mengakhiri konflik antarwarga dengan penyerahan senjata. Simak upaya persuasif dan komitmen menjaga kamtibmas di sini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Maluku Sukses Fasilitasi Perdamaian Fiditan Tual, Warga Serahkan Senjata
Polda Maluku berhasil memfasilitasi Perdamaian Fiditan Tual, mengakhiri konflik antarwarga dengan penyerahan senjata. Simak upaya persuasif dan komitmen menjaga kamtibmas di sini. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku baru-baru ini berhasil memfasilitasi perjanjian damai yang signifikan antara warga Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru. Inisiatif ini bertujuan mengakhiri bentrokan yang sempat terjadi di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual. Proses mediasi ini juga melibatkan penyerahan sejumlah senjata tajam dan bom molotov oleh kedua belah pihak.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto memimpin langsung kegiatan penting ini yang berlangsung di Balai Desa Fiditan (Masjid Sementara As-Sholeh). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascakonflik horizontal yang sempat mengganggu ketenangan warga. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersatu kembali.

Kegiatan ini menandai babak baru bagi Desa Fiditan, di mana Kapolda menegaskan tidak ada lagi pemisahan kompleks berdasarkan nama lama. "Mulai hari ini tidak ada lagi Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru. Yang ada adalah satu kesatuan, yaitu Desa Fiditan. Kita harus bersatu untuk membangun daerah ini," kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto. Pendekatan persuasif dan dialogis menjadi kunci utama dalam mencapai kesepakatan damai ini.

Upaya Damai dan Penyerahan Senjata di Fiditan

Dalam momen bersejarah tersebut, perwakilan dari kedua kelompok warga secara sukarela menyerahkan berbagai senjata tajam dan bom molotov. Penyerahan ini dilakukan secara terbuka di hadapan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, Pemerintah Kota Tual, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan semua pihak dalam mengakhiri ketegangan.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari strategi "cooling system" yang diusung Polda Maluku. Pendekatan ini mengedepankan cara-cara persuasif, dialogis, dan humanis untuk meredakan konflik. Meskipun demikian, proses penegakan hukum tetap akan dijalankan secara profesional dan proporsional terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

Kapolda mengajak seluruh masyarakat untuk mensyukuri kesadaran kolektif yang lahir untuk berdamai, mengingat pertikaian hanya akan merugikan semua pihak. "Pertikaian dengan senjata tajam dan aksi saling serang adalah perbuatan keliru. Yang kita hadapi adalah saudara kita sendiri, bukan musuh," tegasnya. Musuh sejati adalah sikap negatif seperti kebencian, provokasi, serta perilaku destruktif yang menghambat kemajuan daerah.

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Perdamaian Fiditan Tual

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, menyampaikan apresiasi tinggi atas kedewasaan para pemuda dari kedua kompleks yang memilih jalur damai. Ia menegaskan bahwa "konflik tidak pernah melahirkan kemenangan sejati." Komitmen ini menjadi fondasi kuat bagi Perdamaian Fiditan Tual yang berkelanjutan.

Pemerintah Kota Tual berkomitmen membentuk tim lintas pemuda yang bertugas menjaga komunikasi dan mencegah provokasi di masa mendatang. Tim ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat perdamaian yang telah dicapai. Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan stabilitas sosial.

Kapolda Maluku juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan melanggar hukum. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak melindungi peredaran minuman keras maupun penyalahgunaan narkoba. Setiap informasi terkait gangguan kamtibmas diharapkan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Komitmen Bersama Menuju Fiditan yang Aman

Sebagai puncak dari upaya damai, perwakilan pemuda dari kedua kompleks membacakan pernyataan damai yang penuh komitmen. Pernyataan tersebut meliputi janji untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan aksi balas dendam, serta menolak provokasi dari pihak manapun. Mereka juga berjanji untuk menjaga keamanan Desa Fiditan secara bersama-sama dan mendukung aparat penegak hukum.

Penyerahan senjata secara terbuka menjadi simbol kuat berakhirnya konflik dan penguatan kembali nilai persaudaraan di tengah masyarakat. Momen ini menegaskan bahwa warga Fiditan bertekad untuk hidup berdampingan secara harmonis. Ini adalah langkah maju yang signifikan menuju stabilitas dan pembangunan daerah.

Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum yang tegas serta terukur dalam menjaga kamtibmas. Keberhasilan Perdamaian Fiditan Tual ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Ini demi terwujudnya Tual dan Maluku yang aman dan damai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi