BEI Catat 11 Perusahaan Skala Besar Antre IPO di Pasar Modal RI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan 11 perusahaan skala besar masuk pipeline IPO, menambah daftar panjang calon emiten di pasar modal Indonesia dan menunjukkan optimisme investasi.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya lonjakan minat perusahaan untuk melantai di pasar modal Indonesia. Per 30 April 2026, sebanyak 15 perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham BEI. Angka ini menunjukkan geliat positif aktivitas investasi di Tanah Air.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 11 di antaranya merupakan perusahaan beraset skala besar. Sisa empat perusahaan lainnya masuk kategori skala menengah. Potensi penambahan emiten baru ini diharapkan dapat memperkaya pilihan investasi bagi para investor.
Kehadiran perusahaan-perusahaan ini dalam antrean Initial Public Offering (IPO) menandakan kepercayaan tinggi terhadap kondisi ekonomi domestik. Langkah ini juga menjadi strategi perusahaan untuk memperoleh pendanaan segar guna ekspansi bisnis. Pasar modal Indonesia terus menunjukkan daya tariknya.
Detail Antrean IPO Berdasarkan Skala Aset dan Sektor
Kriteria perusahaan beraset skala besar ditetapkan bagi entitas yang memiliki aset di atas Rp250 miliar. Sementara itu, perusahaan beraset skala menengah mencakup aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Klasifikasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Nyoman Yetna merinci sebaran sektor dari 15 perusahaan yang masuk pipeline IPO tersebut. Sektor kesehatan, barang konsumen primer, dan barang konsumen nonprimer masing-masing menyumbang tiga perusahaan. Diversifikasi sektor ini mencerminkan representasi ekonomi yang luas.
Selain itu, terdapat dua perusahaan dari sektor infrastruktur dan dua perusahaan dari sektor teknologi yang juga siap melantai. Sektor energi dan sektor keuangan masing-masing diwakili oleh satu perusahaan. Komposisi ini menunjukkan potensi pertumbuhan di berbagai lini bisnis.
Capaian IPO dan Target BEI 2026
Hingga 30 April 2026, pasar modal Indonesia telah menyambut satu perusahaan baru yang sukses melangsungkan IPO. Perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp302,4 miliar dari penawaran saham perdananya. Capaian ini menjadi indikator awal yang positif untuk tahun berjalan.
Total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia kini mencapai 957 entitas per 30 April 2026. BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat menggelar IPO sepanjang tahun 2026. Target ambisius ini menunjukkan optimisme BEI terhadap pertumbuhan pasar modal domestik.
Upaya BEI untuk menarik lebih banyak perusahaan melantai di bursa terus dilakukan. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang IPO, diharapkan likuiditas pasar akan meningkat. Ini juga akan memberikan lebih banyak pilihan investasi yang beragam bagi masyarakat.
Perkembangan EBUS dan Rights Issue
Selain IPO, aktivitas penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga menunjukkan geliat yang signifikan. Per 30 April 2026, BEI mencatat penerbitan sebanyak 54 emisi dari 35 penerbit EBUS. Total dana yang terhimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp58,90 triliun.
Nyoman Yetna menambahkan bahwa terdapat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang dalam antrean. Ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan IPO untuk pendanaan. Instrumen utang juga menjadi pilihan menarik bagi banyak entitas bisnis.
Sementara itu, aksi rights issue juga turut meramaikan pasar modal. Tiga perusahaan telah sukses melangsungkan rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun hingga 30 April 2026. Satu perusahaan dari sektor properti juga sedang dalam antrean untuk melakukan aksi korporasi serupa.
Sumber: AntaraNews