Bursa Efek Indonesia
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
FOTO: Rupiah Menguat Tipis Namun Masih Bertahan di Level Rp 18 Ribu
-
Rupiah Tembus Rp18.066 per Dolar AS pada Jumat Pagi
-
Strategi Pengusaha Bali Genjot Usaha di Tengah Pelemahan Rupiah
-
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Klaim Fundamental Ekonomi Kuat
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Pemerintah Disarankan Jiplak China Jaga Stabilitas Keuangan
Berita Utama Lainnya
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan delapan rencana aksi strategis untuk mempercepat Reformasi Pasar Modal Indonesia, bertujuan meningkatkan likuiditas, transparansi, dan daya tarik investasi bursa efek.
CEO Danantara Rosan Roeslani tegaskan kepercayaan pasar modal adalah fondasi utama untuk menarik investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen meningkatkan Transparansi BEI dengan mempublikasikan data kepemilikan saham di bawah 5 persen mulai Februari 2026, demi menarik investor global.
Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengonfirmasi penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI Sementara, menyusul gejolak pasar modal dan pengunduran diri sebelumnya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia kuat dan menjamin Stabilitas Pasar Modal Indonesia bagi investor di tengah gejolak pasar dan tantangan global.
Berbagai dinamika mewarnai Pasar Modal Indonesia, mulai dari penegasan pemerintah soal larangan goreng saham hingga penetapan Pjs Dirut BEI yang baru, Jeffrey Hendrik, menandai reformasi pasar modal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana meninjau hambatan industri dana pensiun dan asuransi untuk meningkatkan porsi Investasi Dana Pensiun dan Asuransi di Pasar Saham, demi menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengumumkan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama sebelum pembukaan perdagangan Senin, menjamin operasional tetap berjalan normal pasca pengunduran diri Dirut sebelumnya.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik memastikan operasional BEI normal dan tidak terganggu, seiring instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk reformasi pasar modal Indonesia.