Dari Energi ke Kesehatan, Ini Sektor Paling Menjanjikan untuk IPO 2026
Sejumlah sektor diproyeksikan akan menjadi motor utama yang menarik minat investor, seiring dengan perbaikan kondisi pasar.
Prospek penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia pada 2026 dinilai masih terbuka, meski sempat mengalami perlambatan pada awal tahun. Sejumlah sektor diproyeksikan akan menjadi motor utama yang menarik minat investor, seiring dengan perbaikan kondisi pasar.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebutkan bahwa momentum IPO berpotensi menguat terutama memasuki kuartal II 2026, didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi domestik dan perubahan strategi investor.
“Kalau di kuartal II kalau menurut saya pasca lebaran aktivitas pasar bisa membaik investor mulai melakukan rebalancing portofolio,” kata Nafan kepada Liputan6.com, Sabtu (28/3/2026).
Nafan menjelaskan, sektor energi menjadi salah satu yang paling menarik perhatian, terutama karena didukung oleh tren kenaikan harga komoditas global. Kondisi ini membuat perusahaan berbasis sumber daya alam memiliki daya tarik lebih di mata investor.
“Yang jelas disini kalau untuk sektor yang paling bisa difokuskan misalnya sektor energi,” ujarnya.
Selain energi, sektor infrastruktur dan logistik juga diprediksi menjadi primadona. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik serta kebutuhan distribusi barang yang terus tumbuh.
Tak ketinggalan, sektor consumer dan e-commerce juga dinilai masih memiliki prospek cerah. Tingginya konsumsi masyarakat dan perkembangan ekonomi digital menjadi katalis positif bagi perusahaan-perusahaan di sektor ini untuk melantai di bursa.
“Sektor infrastruktur sebenarnya sektor health care, operating consumer kalau lainnya ini pasti berkaitan dengan dinamika kenaikan harga komoditas, bahkan juga infrastruktur dan logistik itu karena juga didukung oleh dinamika aktivitas preekonomian domestik belum lagi juga e-commerce masih hype,” ujarnya.
Kesehatan dan Teknologi Jadi Pilihan Selektif
Di sisi lain, sektor kesehatan (health care) dipandang sebagai sektor defensif yang tetap menarik di tengah ketidakpastian pasar. Permintaan yang stabil membuat sektor ini relatif tahan terhadap gejolak ekonomi.
Sementara itu, sektor teknologi masih memiliki peluang, namun dengan pendekatan yang lebih selektif. Investor kini cenderung menghindari perusahaan yang masih mengandalkan strategi “bakar uang” dan lebih memilih emiten dengan fundamental kuat serta profitabilitas yang jelas.
“Terus juga kalau untuk teknologi tapi selektif, carilah IPO di mana perusahaan ini lebih menitikberatkan kepada profitability bukan pada bakar uang kalau health care ya pasti inidefensive ya, health care dan consumer defensive,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan kombinasi sektor unggulan dan perbaikan kualitas emiten, pasar IPO Indonesia pada 2026 diharapkan dapat kembali bergairah dan menarik minat investor domestik maupun global.