Status Emerging Market RI Dipertahankan, Analis: Catatan MSCI Tak Boleh Diabaikan
Laporan terbaru MSCI menunjukkan adanya perhatian yang semakin besar terhadap aspek tata kelola hingga transparansi.
Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market) memberikan kelegaan bagi pelaku pasar.
Meski demikian, sejumlah catatan yang disampaikan lembaga penyedia indeks global tersebut dinilai tidak boleh diabaikan karena dapat memengaruhi persepsi investor asing terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.
"Tinjauan terbaru MSCI membawa kabar baik dan buruk bagi Indonesia," kata Kepala Riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam keterangannya, Jumat (19/).
Ia menilai risiko Indonesia terdegradasi menjadi pasar perbatasan (Frontier Market) masih relatif rendah. Namun, laporan terbaru MSCI menunjukkan adanya perhatian yang semakin besar terhadap aspek tata kelola, transparansi, dan kualitas pembentukan harga di pasar modal domestik.
"Kabar baiknya adalah status Pasar Berkembang Indonesia tetap utuh. Lebih penting lagi, laporan ini memberikan wawasan berharga tentang mengapa investor asing mungkin terus berhati-hati terhadap Indonesia meskipun valuasi semakin menarik," ujarnya.
Menurut Liza, salah satu perubahan paling signifikan dalam tinjauan MSCI tahun ini adalah penurunan penilaian pada aspek Information Flow atau aliran informasi dari sebelumnya "+" menjadi "-".
Sorotan MSCI Terhadap Indonesia
MSCI menyoroti sejumlah persoalan seperti keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham, belum meratanya ketersediaan informasi perusahaan dalam bahasa Inggris, kualitas free float yang dipertanyakan, hingga indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penurunan penilaian tersebut belum cukup kuat untuk mengancam posisi Indonesia sebagai pasar berkembang. Sebab, klasifikasi MSCI ditentukan oleh tiga pilar utama yakni tingkat pembangunan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, serta aksesibilitas pasar.
"Menurut pandangan kami, probabilitasnya relatif rendah. Status Pasar Berkembang Indonesia Tetap Relatif Aman Meskipun mengalami penurunan peringkat," jelasnya.
Penilaian Indonesia Relatif Baik
Lebih lanjut, Indonesia juga masih memperoleh penilaian yang relatif baik pada berbagai aspek aksesibilitas pasar. MSCI tetap memberikan penilaian positif terhadap keterbukaan kepemilikan asing, pembatasan arus modal, proses registrasi investor, regulasi pasar, infrastruktur perdagangan, hingga ketersediaan instrumen investasi.
"Indonesia terus mencetak skor yang baik di sebagian besar kriteria Aksesibilitas Pasar, keterbukaan terhadap Kepemilikan Asing, pembatasan arus modal, pendaftaran investor dan pengaturan rekening, regulasi pasar, infrastruktur perdagangan, ketersediaan instrumen investasi relatif baik," ujarnya.
Ia menegaskan secara historis, penurunan peringkat dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan biasanya membutuhkan masalah yang jauh lebih luas dan sistemik daripada penurunan pada satu kriteria aksesibilitas saja.