Mahasiswa Kedapatan Bawa Tabung Gas Dililit Petasan saat Demo di DPRD Jabar, Diduga Hendak Diledakkan

Mahasiswa itu saat ini masih berstatus terperiksa di kantor polisi.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Mahasiswa Kedapatan Bawa Tabung Gas Dililit Petasan saat Demo di DPRD Jabar, Diduga Hendak Diledakkan
Mahasiswa Kedapatan Bawa Tabung Gas Dililit Petasan saat Demo di DPRD Jabar, Diduga Hendak Diledakkan (Merdeka.com)

Enam orang terdiri dari mahasiswa, driver ojek online, hingga fotografer ditangkap kepolisian karena diduga hendak membuat kericuhan ketika demo digelar di kantor DPRD Jabar.

Satu dari enam orang ditangkap berinisial GP (21). GP berstatus sebagai mahasiswa. Dia ditangkap usai didapati membawa peledak rakitan.

"Ini membuat suatu rakitan ya, peledak," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, di kantor DPRD Jabar pada Kamis (18/6).

Hendra menyebut peledak rakitan itu berupa tabung gas dililit tiga petasan berukuran besar. Selain itu, polisi juga menemukan adanya korek api.

"Jadi ini ada tabung gas, kemudian ada beberapa petasan yang dililit di dalam tabung gas itu. Ada tiga ya, ada tiga petasan yang cukup besar ya dililitkan di situ (tabung gas) dan ini kita amankan juga, dan satu buah korek api," ucap dia.

Kini, GP masih menjalani pemeriksaan oleh polisi dan berstatus sebagai terperiksa. GP disebut akan segera ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu dekat ini. Namun, belum dijelaskan pasal yang akan dikenakan terhadap GP.

"Perilaku mereka ini apabila menggunakan peralatan-peralatan yang sangat membuat nantinya kekacauan ya, bisa menimbulkan korban jiwa baik dirinya maupun orang lain," tandas Hendra.

Sebelumnya, tiga kali demo digelar di kantor DPRD Jabar yakni pada Kamis (11/6), Senin (15/6), dan Rabu (17/6). Selama tiga kali demo itu, polisi melanjutkan proses hukum ke tahap penyidikan terhadap enam orang yang diduga hendak membuat kericuhan.

Enam orang itu berinisial AT (27), SPA (19), AL (21), MBA (21), GP (21), dan RR (21). AT merupakan pengangguran. Dia didapati membawa enam buah botol kosong yang diduga sebagai bahan pembuatan bom molotov.

Lalu, SPA merupakan fotografer yang juga didapati membawa beberapa buah botol kosong. Selanjutnya, AL merupakan pengendara ojek online. Dia didapati membawa botol oli yang di dalamnya terdapat styrofoam.

Sementara itu, MBA, GP, dan RR merupakan mahasiswa. Ketiganya didapati membawa botol berisi bahan bakar jenis Pertalite hingga tabung gas dililit petasan yang diduga hendak diledakkan.

Rekomendasi