Arkadia Digital Media Raup Laba Bersih Rp1,7 Miliar Sepanjang Tahun 2025
Kenaikan laba bersih didapat Perseroan berkat manajemen yang baik, terutama dengan optimalisasi pendapatan yang minim cost produksi.
PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 45,1 persen pada penutupan tahun 2025 jika dibandingkan periode sama tahun lalu atau secara year on year. Perusahaan meraup untung Rp 1,763 miliar, di mana tahun sebelumnya tercatat Rp1,215 miliar.
Meskipun berbagai kendala eksternal sepanjang tahun memaksa penurunan pendapatan secara total, kenaikan laba bersih didapat Perseroan berkat manajemen yang baik, terutama dengan optimalisasi pendapatan yang minim cost produksi dan produktivitas usaha, yang dibarengi dengan efisiensi.
"Capaian ini, selain kembali menjadi bukti daya tahan dan ketangguhan model bisnis Perseroan di tengah tantangan industri, juga istimewa karena melanjutkan grafik positif dari tahun sebelumnya," jelas kata Direktur Utama PT Arkadia Digital Media Tbk, Suwarjono, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Kimaya, Slipi, Jakarta, pada Jumat (12/6).
Berdasarkan capaian dan inisiatif yang telah dijalankan, Suwarjono mengaku bahwa Direksi optimistis terhadap prospek usaha ke depan. Menurutnya, optimalisasi iklan langsung dari perusahaan swasta dan mitra masih menjadi salah satu fokus utama, sejalan dengan perubahan strategi konten yang menyasar audiens pengambil kebijakan maupun kalangan umum.
"Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan. Pertama, pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas dan sosial media; kedua, program kerja sama dengan platform global seperti Meta, platform AI, Google, mesin pencari yang juga kembali naik; ketiga, kenaikan budget belanja iklan media; keempat, pengembangan layanan Aura Research yang berbasis data dan teknologi AI; kelima, pengembangan social media berbasis media lokal, influencer, hingga content creator; dan keenam, orkestrasi komunitas yang saat ini sudah dikembangkan Perseroan, yaitu komunitas konten kreator, influencer, KOL, media lokal dan homeless media lokal, UMKM lokal, kampus, mahasiswa dan kampus lokal, serta komunitas segmentasi khusus," paparnya.
Sehubungan capaian positif Perseroan tersebut, apresiasi pun tidak lupa disampaikan oleh jajaran Dewan Komisaris dalam kesempatan RUPST kali ini.
"Capaian laba bersih ini menjadi simbol progres, yang sekaligus membuktikan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk menciptakan keberlanjutan dan profitabilitas di masa depan. Sehubungan itu, kami juga mengapresiasi kepemimpinan Dewan Direksi yang telah berhasil mengendalikan perusahaan dengan sangat baik, menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, serta terus membuka peluang-peluang baru untuk ekspansi," ungkap Iwa Sukresno Karunia mewakili Dewan Komisaris.
Mata Acara RUPST
Adapun agenda RUPST Perseroan kali ini memasukkan empat mata acara. Antara lain yaitu: persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan untuk tahun buku 2025; penetapan laba rugi Perseroan untuk tahun buku 2025; penetapan besarnya gaji dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perseroan; serta penunjukan Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2026. Semua agenda dan usulan keputusan Rapat pada akhirnya mendapatkan persetujuan secara sah dari para pemilik saham.
Setelah ditutupnya agenda RUPST, Suwarjono menjelaskan soal pengembangan produk sekaligus layanan terbaru Perseroan, yaitu melalui Aura Research yang baru saja resmi diluncurkan pada Maret 2026 lalu. Membawa tagline 'research, strategic & innovation', Aura yang berbasiskan data kuat, infrastruktur khusus, dan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) ini merupakan produk Perseroan yang dirancang untuk bisa dimanfaatkan di semua lini baik di keredaksian maupun bisnis Perseroan.
"Aura ini pada dasarnya adalah produk yang mengandalkan kemampuan teknologi kami saat ini, yang bermanfaat baik bagi unit-unit kerja internal di Perseroan sendiri, maupun dapat digunakan pula oleh kalangan eksternal, termasuk para mitra dan klien sebagai salah satu layanan yang kami tawarkan. Yang ditawarkan mulai dari research dan mapping isu berbasis data, hingga advokasi maupun solusi berupa langkah-langkah praktis bagi yang memerlukan," papar Suwarjono.
Suwarjono menambahkan bahwa Perseroan dalam waktu dekat pun akan meluncurkan layanan model bisnis baru berbasis AI, yakni memanfaatkan generative engine optimization (GEO) untuk mendapatkan hasil konten melalui prompting AI dengan hasil sesuai keinginan klien atau mitra. Layanan ini merupakan pengembangan dari SEO atau saat audiens melakukan pencarian di mesin pencari Google.