BI Rate Naik, Bank Mestika Fokus Perbesar Dana Murah untuk Jaga NIM di Level 5%
Perseroan memilih memperkuat penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) sebagai strategi utama untuk menjaga efisiensi biaya.
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mendorong perbankan menyesuaikan strategi bisnis guna menjaga profitabilitas di tengah potensi kenaikan biaya dana. PT Bank Mestika Dharma Tbk menilai kebijakan tersebut belum akan berdampak signifikan terhadap kinerja kredit maupun margin perseroan sepanjang 2026.
Perseroan memilih memperkuat penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA) sebagai strategi utama untuk menjaga efisiensi biaya dana sekaligus mempertahankan net interest margin (NIM) di kisaran 5 persen.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mestika Dharma Tbk, Suharto Kurniawan, mengatakan kenaikan suku bunga acuan merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
"Keputusan BI menaikan suku bunga adalah langkah penyesuaian yang diikut demi stabilitas makro ekonomi Indonesia dan kita memahami itu semua. Dalam kondisi ini kami akan coba fokus mengoptimalkan penghimpunan dana murah atau CASA," kata Suharto dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6).
Menurut Suharto, optimalisasi dana murah menjadi strategi yang lebih efektif dibandingkan menaikkan suku bunga kredit secara agresif. Dengan biaya dana yang lebih terkendali, perseroan optimistis dapat menjaga kualitas profitabilitas meski tren suku bunga sedang meningkat.
Perseroan juga meyakini strategi penguatan CASA akan membantu mempertahankan daya saing penyaluran kredit sekaligus menjaga stabilitas margin bunga bersih di tengah dinamika pasar keuangan dan kebijakan moneter yang lebih ketat.
"Untuk menjaga efisiensi biaya dana, sehingga tingkat NIM dapat kita pertahankan dan kita kelola dengan baik sehingga kita tidak sertamerta secara cepat memberikan pembiayaan dengan suku bunga yang juga tinggi," ujarnya.
Penyesuaian Suku Bunga Kredit Bertahap
Suharto menjelaskan, Bank Mestika akan terus memantau perkembangan suku bunga dan kondisi pasar sebelum melakukan penyesuaian terhadap bunga kredit. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada nasabah debitur.
Perseroan juga mempertimbangkan kemampuan pembayaran calon debitur dalam setiap penyaluran kredit. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas aset di tengah tren kenaikan suku bunga.
"Seperti yang tadi disampaikan kita juga akan terus fokus meningkatkan CASA. Jadi, penyesuaian akan kita lihat secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dari calon debitur kita agar tidak mengganggu kualitas aset Bank Mestika Dharma dan terus menjaga pertumbuhan bisnis nasabah terus bertumpu," jelasnya.
Target NIM 5%, CASA Dipertahankan 50%
Menanggapi dampak kenaikan BI Rate terhadap target kinerja, Suharto menegaskan bahwa perseroan tetap optimistis mampu menjaga margin bunga bersih di kisaran target yang telah ditetapkan.
Ia mengakui kenaikan BI Rate sebesar 75 basis poin dalam waktu relatif singkat menjadi perhatian manajemen. Namun, Bank Mestika telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan dana murah dan pengelolaan suku bunga kredit yang lebih selektif.
"Kami akan fokus lebih dalam lagi untuk memperbesar raihan CASA dan NIM tetap kita jaga di angka 4,5 - 5%. Dan sekitar CASA kita kita jaga di angka 50%," pungkasnya.