BI Rate Sentuh 5,50%, Bank Raya Siapkan Strategi Baru
Kenaikan BI Rate memberikan ruang bagi Bank Raya untuk tetap menjaga efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat daya saing.
PT Bank Raya Indonesia Tbk menilai kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate mendorong perbankan untuk memperkuat strategi pendanaan agar tetap mampu menjaga kinerja bisnis di tengah dinamika pasar keuangan.
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra, mengatakan penguatan komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu langkah penting dalam mengantisipasi perubahan arah suku bunga ke depan.
“Terkait dengan kenaikan suku bunga ataupun BI Rate, rasanya kami juga terus melakukan upaya antisipasi terhadap ini. Dan kalau kita lihat bahwa tren secara CASA struktur kami sampai dengan kuartal I-2026 ini sudah menunjukkan tren yang cukup baik. Tentunya ini akan menjadi modal buat kami dalam menyikapi nanti perkembangan suku bunga ke depan,” kata Kicky dalam Konferensi Pers Public Expose Bank Raya, Selasa (9/6/2026).
Ia mengatakan perseroan telah melakukan berbagai upaya antisipatif terhadap potensi dampak kenaikan BI Rate. Menurutnya, struktur pendanaan Bank Raya hingga kuartal I-2026 menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dari sisi pertumbuhan CASA.
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan ruang bagi Bank Raya untuk tetap menjaga efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan penghimpunan dana perbankan yang semakin ketat.
Perkuat CASA Lewat Inovasi Digital Saving
Kicky menjelaskan bahwa Bank Raya terus mengembangkan berbagai inovasi produk yang berorientasi pada peningkatan dana murah. Salah satu fokus utama perseroan adalah penguatan layanan digital saving yang menjadi motor pertumbuhan penghimpunan dana nasabah.
“Yang pasti bahwa inovasi maupun produk yang kami kembangkan tentunya melalui digital saving terus berorientasi ataupun berfokus untuk terus meningkatkan nanti komposisi ataupun portofolio CASA ataupun dana murah,” ujarnya.
Melalui produk digital saving, harapannya nanti bahwa pertumbuhan simpanan tidak di drive lagi oleh penempatan dana yang cukup mahal tetapi berorientasi pada peningkatan dana murah, melalui akuisisi dan kemudian juga transaksi pada nasabah menggunakan aplikasi dari bank raya, memanfaatkan fitur-fitur yang relatif lengkap untuk memilih kebutuhan finansial pribadi, personal maupun bisnisnya.
BI Naikkan Suku Bunga
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facilitysebesar 25 bps menjadi 6,25%.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah.
“Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia,” pungkas Perry.