Laba Tumbuh 20,5 Persen pada Kuartal I, Target Tembus USD542 Juta Tahun 2026
Hingga kuartal I-2026 segmen commercial aviation tetap menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan.
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif. Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD 114,94 juta pada kuartal I-2026 atau meningkat 20,53% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Hingga kuartal pertama di Maret 2026. Di Maret 2026 GMF membukukkan pendapatan year to date USD 114,94 juta meningkat 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Direktur Keuangan GMF Tri Hartono, dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6).
Peningkatan pendapatan tersebut terutama ditopang tumbuhnya aktivitas perawatan pesawat pada segmen commercial aviation yang masih menjadi kontributor terbesar bagi bisnis perseroan. Kinerja ini sekaligus memperkuat optimisme manajemen terhadap prospek pertumbuhan GMF sepanjang tahun ini.
Tri menjelaskan, hingga kuartal I-2026 segmen commercial aviation tetap menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Kontribusinya mencapai 75,4% dari total pendapatan GMF.
Dominasi segmen tersebut menunjukkan kuatnya posisi GMF sebagai salah satu penyedia layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat di kawasan. Seiring bertambahnya kebutuhan perawatan armada maskapai, perseroan melihat peluang pertumbuhan bisnis masih terbuka lebar.
"Secara keseluruhan hasil dari kuartal pertama ini memberikan awal yang positif bagi perseroan untuk semakin memperkuat keyakinan kami terhadap arah pertumbuhan GMF ke depan," ujar Tri.
Profitabilitas Meningkat Signifikan
Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, GMF juga berhasil meningkatkan profitabilitas pada kuartal pertama tahun ini. EBITDA perseroan tercatat mencapai USD 17,56 juta dan melampaui target kuartalan yang telah ditetapkan manajemen.
"Pada sisi profitabilitas, persoran mencatat kinerja lebih kuat. EBITDA meningkat secara tahunan menjadi USD 17,56 juta melampaui target kuartal yang telah ditetapkan. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta disiplin pengelolaan biaya terus kami jalankan," ujar dia.
Sementara itu, laba bersih GMF melonjak 178,36% secara tahunan menjadi USD 6,76 juta dibandingkan USD 3,79 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pasang Target Pendapatan Tembus USD542 Juta
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menargetkan pendapatan sebesar USD 542,79 juta, EBITDA USD 81,82 juta, serta laba bersih mencapai USD 34,47 juta pada tahun 2026.
"Untuk tahun 2026, kami menargetkan pendapatan mencapai USD 542,79 juta, EBITDA USD 81,82 juta, dan laba bersih sebesar USD 34,47 juta," kata Direktur Keuangan GMF Tri Hartono, dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6).
Sebelumnya, sepanjang 2025 GMF mencatat pencapaian yang melampaui target perusahaan dengan membukukan pendapatan sebesar USD 491,8 juta, EBITDA USD 80,24 juta, dan laba bersih USD 33,96 juta.
"Pada akhir Desember 2025, GMF berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 491,8 juta meningkat 109,65 persen dari target perusahaan. EBITDA tercapai USD 80,24 juta atau sekitar 108 persen dari target. Kemudian laba bersih meningkat menjadi USD 33,96 juta dibandingkan di USD 22,65 juta di tahun 2024," ujar dia.
Adapun pada kuartal I-2026 Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD 114,94 juta atau meningkat 20,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Hingga kuartal pertama di Maret 2026. Di Maret 2026 GMF membukukkan pendapatan year to date USD 114,94 juta meningkat 20,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Tri.
Peningkatan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh tumbuhnya aktivitas perawatan pesawat pada segmen commercial aviation yang masih menjadi kontributor terbesar bagi bisnis perseroan.
Sisi Profitabilitas
Lebih lanjut, Tri menyampaikan dari sisi profitabilitas, persoran mencatat kinerja lebih kuat. EBITDA meningkat secara tahunan menjadi USD 17,56 juta melampaui target kuartal yang telah ditetapkan. Pencapaian ini mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta disiplin pengelolaan biaya terus GMF jalankan.
Selain itu, kata Tri, laba bersih GMF melonjak 178,36% secara tahunan menjadi USD 6,76 juta dibandingkan USD 3,79 juta pada periode yang sama tahun lalu.
"Secara keseluruhan hasil dari kuartal pertama ini memberikan awal yang positif bagi perseroan untuk semakin memperkuat keyakinan kami terhadap arah pertumbuhan GMF ke depan," pungkasnya.